Ia lantas bercerita bagaimana mengawali karier sebagai lulusan Diploma III Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik UNY. Sejak duduk dibangku SMKN 2 Wonosari dengan jurusan Teknik Kendaraan Ringan, ia kian tertarik menekuni bidang otomotif.
Ketertarikannya di dunia otomotif bahkan membuatnya tidak menuruti keinginan orang tuanya agar menjadi guru dengan mengambil S1 Keguruan. Pemuda ini lebih memilih DIII jurusan Teknik Otomotif.
"Saya diminta Bapak jadi guru dengan kuliah mengambil S1 keguruan, tapi saya matur sama bapak, kalau ndak di bidang otomotif saya trimo ndak kuliah," jelas putra kedua pasangan Fuad Habibi Rumiyati ini kala berbincang dengan SuaraJogja.id di rumah mertuanya, Kalurahan Siraman, Kapanewonan Wonosari, Rabu (28/10/2020).
Tidak ada pilihan lain, orang tuanya lantas mengizinkan Toni menekuni dunia otomotif dengan menyekolahkannya di UNY. Seperti mahasiswa pada umumya, di awal kuliah pada 2011 silam ia mengikuti kuliah baik teori maupun praktik secara seksama.
Hobinya melakukan riset sederhana kemudian dilirik oleh para dosen pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang Rekayasa Teknologi, yang memang hendak memulai debut internasional. Tim balap kebanggaan kampus Karangmalang tersebut memang tengah menargetkan Green Car Competion di Korea Selatan.
"Saya terpilih dan saat itu saya jadi ketua tim teknik," terangnya.
Sebagai ketua tim, banyak pengalaman yang bisa ia dapat karena saat itu ia juga harus berpikir bagaimana menggaet sponsor di samping harus memaksimalkan kemampuan mobilnya. Ia juga harus membeli sparepart mobil listrik dari Amerika, dan yang paling penting adalah pengalaman bagaimana merakit mobil balap ramah lingkungan.
Setelah sekitar dua semester merakit mobil, tibalah pada Mei 2014, ia bersama puluhan anggota tim lainnya dikirim UNY ke Korea Selatan. Bersama tim, ia memastikan kondisi mobil sudah sesuai dengan ketentuan lomba.
"Memadukan teori teknologi mobil hybrid dan listrik ternyata memang tidak sesederhana yang kami bayangkan, tapi kami juga rajin konsultasi dengan dosen pembimbing," kata dia.
Baca Juga: Vietnam Berharap Bisa Gelar Balap Formula 1 Akhir November
Benar saja selama seminggu perlombaan, mobil yang berbulan-bulan ia rakit bersama tim berhasil meraih peringkat satu dan tiga di kategori acceleration dalam kejuaran International Student Green Car Competition 2014 di Korea Selatan.
Mereka berhasil menyabet gelar dari kejuaraan yang mempertandingkan dua kategori lomba untuk mobil hybrid dan listrik, yaitu acceleration dan maneuverability. Prestasi ini tentu mengejutkan dirinya karena awalnya tidak menyangka akan menang.
"Di masa-masa krisis menjelang pengumuman kami satu tim hanya diam sambil zikir, tegang sekali, tapi begitu pengumuman, lagu "Indonesia Raya" bisa dinyanyikan di kompetisi atas capaian kami rasanya bangga terharu sekali," jelas Toni.
Sekembalinya di Tanah Air, ia sebetulnya sudah meminta izin kepada dosen pembimbing Tim GURT untuk tidak lagi mengikuti kompetisi. Hal ini karena sejumlah pertimbangan, seperti masa studinya sebagai mahasiswa diploma yang harusnya ditempuh cukup enam semester telah habis.
"Tapi saya ingat betul dosen pembimbing marah-marah saya izin keluar dari tim karena ada kompetisi di Jepang tahun 2015. Kompetisinya cukup bergengsi, Student Formula Japan," ujarnya.
Meskipun di sisi lain ia ingin cepat lulus, ia juga bimbang karena baginya menjadi tim teknik di ajang sekelas Formula di mana pesertanya merupakan mahasiswa-mahasiswa terbaik seluruh dunia, membuat target kelulusan ia urungkan. Ia lantas kembali berkiprah bersama tim merakit mobil sesuai dengan kriterianya.
Berita Terkait
-
Bacok Pemotor di Getas, 3 Pelaku Klitih Diamankan Polres Gunungkidul
-
Cemburu, Pedagang Ini Siram Muka Selingkuhan Istrinya Pakai Jus Cabai
-
Hujan Deras, Dua Padukukan di Gunungkidul Tergenang Banjir
-
Salah Satu Korban Keluarga Tewas Terbakar Sempat Unggah Api di Sosmed
-
Sekeluarga yang Tewas Terbakar di Tangerang Dimakamkan di Satu Liang Lahat
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan
-
Lempar Botol ke Barikade hingga Bakar Tumpukan Botol, Demo Mahasiswa Bertahan di DPRD DIY
-
Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar
-
Aksi Mahasiswa di DPRD DIY Memanas, Kaca Pintu Pecah dan Tembok Dicoret
-
Ribuan Mahasiswa Jogja Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kampus Resmi Beri Izin Turun ke Jalan