SuaraJogja.id - Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penghitungan Suara Pilkada Bantul 2020 tak hanya dihadiri Bawaslu dan saksi masing-masing Paslon. Di detik terakhir penghitungan manual oleh KPU, calon Wakil Bupati Bantul nomor urut 2, Joko Purnomo datang ke kantor KPU menemui saksi Paslon nomor urut 2, Selasa (15/12/2020).
Penghitungan yang diselesaikan pada pukul 14.30 wib itu ditutup dengan pembacaan SK Penetapan Hasil Penghitungan Rekapitulasi oleh Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho.
Sebelum pembacaan selesai, Calon Wakil Bupati Bantul nomor urut 2, Joko Purnomo datang sekitar pukul 14.15 wib. Ditemani tim pemenangan, pihaknya mendengarkan pembacaan SK.
Setelah SK diberikan kepada masing-masing saksi Paslon, Joko Purnomo langsung berjalan mendatangi saksi Paslon nomor urut 2. Dirinya memberi salam dan mengucapkan beberapa kata
"Terima kasih sudah mengawal pilkada Bantul dengan kondusif," ujar Joko sambil menjabat tangan salah satu saksi Paslon 2.
Tak hanya itu, Joko juga berterimakasih kepada KPU serta Bawaslu yang sejak Senin (14/12/2020) melakukan penghitungan suara hingga larut malam. Penghitungan pun dilanjutkan pagi ini (Selasa) pukul 09.00 wib.
Ditemui wartawan di kantor KPU Bantul, Joko Purnomo mengatakan bahwa pihaknya bersyukur diberi amanah oleh masyarakat memimpin Bantul ke depan.
Selain itu dirinya juga mengapresiasi kepada saksi Paslon 1 dan juga Paslon nomor urut dua.
"Banyak yang perlu diapresiasi semua pihak yang terlibat dalam Pilkada Bantul 9 Desember kemarin. Maka saya mewakili pak Halim juga datang ke sini untuk berterimakasih," ujar dia.
Baca Juga: IGD RSUD Bantul Ditutup, Ternyata 3 Nakes Positif Covid-19
Pihaknya juga memberikan penghormatan kepada Suharsono dan Totok Sudarto yang sebelumnya menjadi lawan dalam Pilkada.
"Tentu kami juga menaruh hormat pada pak Harsono dan Pak Totok sudah bersama-sama melaksanakan tahapan Pilkada ini dengan baik dan sangat kondusif," ujar dia.
Joko berharap saat KPU akan menetapkan pasangan calon terpilih, tidak ada persoalan yang terjadi. Kondusivitas Bantul bisa tercipta seperti yang terjadi saat sebelum pencoblosan.
"Harapannya kondusivitas ini tetap terjaga. Nanti setelah KPU menetapkan calon terpilih, saya dan pak Halim segera melakukan konsolidasi untuk bagaimana mensosialisasikan lagi visi misi kita kepada masyarakat," terang dia.
Terpisah Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan hasil rekapitulasi suara masing-masing Paslon dilakukan dua hari dan selesai pada Selasa (15/12/2020). Dari penghitungan tersebut, Paslon nomor urut 1, Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo mengantongi 305.563 suara.
"Sementara pasangan calon nomor urut dua sebanyak 228.407 suara. Jadi jumlah suara sah untuk kedua calon ini sebanyak 533.970 dan suara tidak sah sebanyak 33.587 suara," ujar Didik usai Rapat Pleno.
Tag
Berita Terkait
-
Rekapitulasi Pilkada Bantul Selesai, Paslon Halim-Joko Raih Suara Terbanyak
-
Hitung Manual Pilkada Bantul Berlangsung, Paslon Nomor Urut 1 Masih Unggul
-
Evaluasi Pilkada Bantul, Bawaslu: Pemilih Isolasi Mandiri Tak Terlayani
-
Klaim Menang Pilkada Bantul, AHM-JP Apresiasi Suharsono di Pidatonya
-
Penghitungan Suara Pilkada Bantul, Tim AHM-JP Klaim Menang, Noto Akui Kalah
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank