Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 29 Desember 2020 | 15:30 WIB
Puluhan remaja digelandang petugas kepolisian saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Selasa (29/12/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Tak ada ketua atau pemimpin dalam kelompok ini. Mereka hanya bergerak sendiri dan spontan.

Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 11 sepeda motor yang dikendarai remaja tersebut. Selain itu, sejumlah kaleng cat dan botol pilox juga menjadi barang bukti.

"Cat untuk menggambar tulisan "Morenza" juga kami amankan. Mereka membelinya secara patungan. Kami tak menemukan senjata tajam, hanya mengarah pada tindakan vandalisme," ujar Ngadi.

Tidak adanya tersangka, ke-22 remaja hanya menjalani pembinaan. Ngadi menambahkan, anak-anak ini masih dalam proses pendalaman terkait siapa saja yang melakukan pencoretan atau vandalisme.

Baca Juga: Aksi Vandalisme, Remaja Rusak Fasilitas Publik di Lapangan Dangin Carik

"Masih kami selidiki, kami melakukan pembinaan. Belum ada tersangkanya," kata dia.

Sementara ini, para remaja diberi sanksi wajib lapor. Rencananya setiap Rabu-Kamis ke-22 remaja ikut apel di Polres Bantul.

"Kami berikan pembinaan ke anak dan meminta orang tua untuk terus menjaga. Harapannya kegiatan seperti ini tak terjadi lagi. Keseharian anak harus dipantau agar tak terjerumus ke lingkungan yang salah, apalagi sampai masuk ke sebuah kelompok yang meresahkan warga," ungkap dia.

Load More