SuaraJogja.id - Pemberlakuan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Kabupaten Bantul bakal diperpanjang. Wacana itu menimbulkan kekecewaan pada sejumlah pelaku usaha di objek wisata Bantul, salah satunya di Goa Selarong.
Darmi (56), pedagang makanan dan minuman di Goa Selarong, berharap agar situasi kembali normal. Meski pengunjung Goa Selarong sedikit, pihaknya masih berjualan di objek wisata yang tak ditutup secara total itu.
"Saya masih bersyukur tempat ini tidak ditutup secara total, tapi ya, pengunjungnya hanya wisatawan dari wilayah Yogyakarta saja. Harapannya bisa kembali normal dan ramai lagi," kata Darmi di sela menata barang jualannya di Goa Selarong, Jumat (22/1/2021).
Ia menjelaskan, dalam sehari, pengunjung yang datang berkisar 10-20 orang. Mereka tidak lain adalah warga sekitar yang berada di Pedukuhan Kembang Putih, Kalurahan Goasari, Kapanewon Pajangan.
"Mereka hanya bermain di air saja, setelah itu kembali pulang. Ada juga pesepeda yang datang, tetapi bisa dihitung dengan jari," jelas nenek tiga cucu itu.
Ia menerangkan, dalam sehari omzet yang dia terima turun drastis. Jika dikalkulasikan, dalam sepekan ada sekitar Rp700 ribu yang Darmi kantongi.
"Sehari rata-rata hanya mendapat Rp100 ribu. Ya sudah mau bagaimana lagi, situasinya juga belum pulih," jelas dia.
Ketika sebelum Covid-19 menyebar, Darmi mengaku, dalam sepekan ia bisa meraup Rp1,5-1,7 juta. Kebanyakan rombongan bus dan pelajar yang sedang berwisata datang ke warung dagangannya.
"Itu dulu, kebutuhan terpenuhi dan keinginan untuk membelanjakan barang ke cucu juga bisa. Sekarang ingin menabung juga sulit karena hasil penjualannya mepet, " tambah Darmi.
Baca Juga: Diguyur Hujan, Pohon Tua di Goa Selarong Ambruk
Menanggulangi masalah itu, pihaknya memanfaatkan sawah miliknya. Dirinya menanam padi, dan ketika panen, dijual ke adiknya yang membuka warung makan di sekitar pabrik bra di Bantul.
"Sekarang bertahan hidup dengan mengandalkan pemasukan lainnya. Jika sawah yang mengelola suami saya," ujarnya.
Koordinator Goa Selarong Mursidi (49) mengatakan, dalam sehari pengunjung yang datang sekitar 20-50 orang. Dalam satu pekan, pengunjung yang datang di tengah pandemi Covid-19 ini mencapai 140-200 orang.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat kalurahan dan Dinas Pariwisata Bantul untuk tetap membuka objek wisata, mengingat kondisi warga sekitar bergantung dengan pendapatan dari pengunjung Goa Selarong.
"Jadi keputusan kami untuk tetap membuka, pertama, karena warga yang menjadi pedagang bisa tetap mendapatkan uang dari pengunjung. Kedua, parkir juga seperti itu. Ketiga, kadang ada pengunjung yang sudah jauh datang dari luar DIY untuk ke sini, tetapi ditutup. Maka, kami buka, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat," jelas dia.
Mursidi menerangkan, penurunan tingkat pengunjung selama PTKM mencapai 40 persen. Padahal saat libur Natal dan Tahun Baru, banyak pengunjung yang datang dan sedikit mengembalikan perekonomian warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat
-
Blackout Sumatera, Dampak Rapuhnya Sistem Cadangan Listrik, Pakar Sebut Redundansi Semu
-
Sapi Jumbo 1,1 Ton Bertulis TIW Dikirim Ke Masjid Komplek Amien Rais di Sleman