SuaraJogja.id - Pemda DIY memastikan akan memperpanjang kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Keputusan ini didasarkan hasil pertemuan lima propinsi di Jawa dan Bali bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (4/2/2021) kemarin.
Perpanjangan ini dilaksanakan setelah PTKM tahap kedua akan berakhir pada Senin (8/2/2021) besok. Selain itu, meski belum signifikan, penurun kasus COVID-19 selama PTKM di DIY mulai menunjukkan hasilnya.
Namun ada yang berbeda dari perpanjangan PTKM yang dimulai 9 hingga 23 Februari 2021 mendatang. Sesuai arahan Presiden, DIY dan provinsi lain diminta memperpanjang PTKM dengan pengawasan secara mikro dalam rangka memotong penularan COVID-19 di masing-masing daerah.
"Bagaimana [daerah] memperkuat pengawasan, memotong penularan [covid-19] di level paling bawah. Dalam arti padukuhan, kalurahan RT/RW, kira-kira begitu," ujar Gubernur DIY, Sri Sultan HB X usai bertemu Bupati/Walikota di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sabtu (6/2/2021).
Baca Juga: Satpol PP Bantul Catat Angka Pelanggaran PTKM Menurun
Menurut Sultan, dengan konsep mikro, bupati/walikot diminta memperketat pengawasan mobilitas masyarakat di tingkat bawah. Dengan harapan tren kasus COVID-19 yang saat ini sudah masuk ke klaster keluarga dan lingkungan terdekat dapat diminimalisir.
Desa/kalurahan diminta membuat posko bersama yang melibatkan semua pihak melalui Jaga Warga. Gerakan bersama semua warga dalam rangka menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus.
"Kita sepakat dengan bupati dan walikota, nanti ada SK (surat keputusan-red) gubernur, SK bupati/walikota untuk memperpanjang ptkm dua minggu lagi untuk menurunkan [kasus], arahnya ke jaga warga. [jJaga warga] mengawasi warga biar kalau tidak perlu yo rasah nonggo (bermain ke tetangga-red) untuk mengurangi penularan. Jangan dianggap kalau kembali ke rumah itu oleh lunga nengdi-endi sakkarepe dewe (boleh pergi kemana-mana semaunya-red)," tandasnya.
Selain mengaktifkan pengawasan di tingkat mikro, Pemda juga fokus pada perekonomian DIY agar tidak semakin terpuruk. Jika dalam PTKM tahap kedua, para pelaku ekonomi diperbolehkan membuka usahanya hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya, maka dalam PTKM mikro nanti diperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 21.00 WIB.
Namun diharapkan masyarakat bisa tertib dalam mentaati protokol kesehatan (prokes). Mereka tidak serta merta berkerumun di tempat-tempat keramaian dan tempat usaha.
Baca Juga: PTKM Dinilai Efektif, Pemkab Bantul Berharap Ada Perpanjangan
"Kita melonggarkan jam buka karena kasus [covid-19] sudah mulai turun. Tapi tetap prokes dijaga. Saya percaya sik dodolan itu patuh protokol, problemnya sik tuku, jaga protokol gak, berkerumun gak. Saya harap walaupun tutup jam 9 tetap mau patuh protokol kesehatan. Jadi kita menjaga jaga warga sehingga masyarakat punya kesadaran lebih baik," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan