Ditegaskan Jhope, kendati sejumlah kereta kencana itu merupakan koleksi pribadi, tetapi bukan berarti tidak boleh dilihat oleh khalayak umum. Sebab masyarakat hingga wisatawan pun bisa mengabadikan koleksi tersebut dengan berfoto, tentunya dengan tetap menjaga sopan santu atau unggah ungguh yang ada, dan tidak lantas sembarang atau seenaknya saja.
"Melihat ya tinggal datang. Kalau mau foto ya ada petugas di sini minta izin. Kalau pun tidak ada karena di sini ada beberapa warga yang tinggal di sini, kan bisa nyuwun pirso [bertanya] tidak lantas ujak-ujuk [tiba-tiba] nganten loh [begitu]. Ini kan tlatah keraton nggih. Tentunya ada unggah-ungguhnya," jelasnya.
Jhope berharap , kejadian ini bisa menjadi cambuk bagi semua pihak bahwa keluhuran budaya masih penting dan perlu untuk terus dijunjung di setiap kesempatan yang ada.
"Keluhuran budaya kita perlu kita junjung. Perlu kita jaga. Siapa lagi kalau bukan kita. Iya to? Mohon hal ini menjadi pelajaran bagi semuanya. Termasuk saya pribadi juga mungkin saya juga kurang kontrol, dalam melayani beliau. Khususnya karena itu menyangkut budaya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Diisi sejak Era HB IX, Sejumlah Jabatan Keraton Jogja Kini Kosong
-
Viral Pemuda Panjat Plengkung Gading, Panen Hujatan Warganet
-
Sempat Takut, 5 Putri Keraton Yogyakarta Ikut Vaksinasi Covid-19
-
Disaksikan Wisatawan, Keraton Jogja Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo
-
Prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat