SuaraJogja.id - Akun Instagram @wonderfuljogja membagikan video kondisi terkini kedai Tempo Gelato yang terletak di jalan Prawirotaman. Sebagai salah satu kedai gelato ternama di Jogjakarta, kedai tersebut nampak tutup dengan garis batas polisi yang mengelilingi bangunannya.
Dalam tayangan yang dibagikan, nampak bangunan kedai yang identik dengan desain batu bata seperti bangunan lama yang belum rampung. Kesan tua dan vintage tampak kental pada toko es krim asal italia ini. Tempo Gelato sendiri termasuk salah satu pionir kedai gelato di Jogjakarta.
Kondisinya yang tiba-tiba dikelilingi garis polisi tersebut membuat warganet bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada salah satu kedai gelato legenda di Jogja. Pemilik video sendiri menceritakan bahwa saat ia melintas di depan toko tersebut pada pagi hari, sudah terlihat garis polisi yang terpasang mengelilinginya.
Padahal, kedai tersebut menjadi pelopor gelato premium yang turut menjadi daya tarik wisatawan sekitar. Apapun masalah yang tengah dihadapi toko tersebut, warganet berharap agar bisa segera diselesaikan. Bagaimanapun juga, ada yang punya banyak kenangan manis di tempat tersebut.
Selain warga sekitar yang mengenalnya sebagai salah satu gelato pionir di Jogja, para wsiatawan yang pernah berkunjung ke kota gudeg ini juga pasti mengetahuinya. Tidak sedikit yang bahkan datang jauh-jauh dari luar kota sekedar ingin mencoba pionir gelato ini, dan terpaksa harus menelan kekecewaan.
"Ada apa dengan Gelato legend di Jogja ini?," tulis akun @wonderfuljogja dalam keterangannya.
Sejak diunggah Sabtu (3/4/2021), video kondisi terkini kedai Tempo Gelato tersebut sudah disaksikan lebih dari 161 ribu kali. Ada ratusan komentar yang ikut ditinggalkan warganet. Banyak yang merasa sedih dan ikut bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi dengan kedai tersebut.
"Denger denger sih ini karena masalah intern, antara yang asli sama penjiplak," tulis akun @hegafaat***.
"Yah aku jauh-jauh dari gresik pingin nyobain padahal," komentar akun @prisma***.
Baca Juga: Kutuk Terorisme, Massa Komunitas Peduli Bangsa Gelar Aksi Damai di Jogja
"Padahal dulu setauku es gelato ya cuman yang di Prawirotaman ini rela pokoknya jauh-jauh dari rumah terus tepatnya tuh di sana bener-bener berasa di luar karena banyak bule-bule ngafe di daerah sana nah lalu banyak cabang bertebaran yang di Gejayan juga ada cuman ntah kenapa aku selalu kesini padahal aku gak tau loh aku kira sama aja dan Gejayan itu cuman 2 menit dari rumah ternyata beda baru ngerti sekarang," tanggapan akun @adr***.
Sementara akun @desy.novi*** mengatakan, "Kenapa, aku pertama kali kenal gelato ya yang di prawirotaman ini, dan rasanya paling otentik, sebelum buka tempo gelato yang lain."
Tonton video lengkapnya DI SINI
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais