Mulai dari sertifikasi protokol kesehatan atau CHSE yang meliputi unsur Cleanliness (Kebersihan), Health (Kebersihan), Safety (Keamanan) & Environtment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) yang dilakukan kementerian pariwisata.
"Sebenarnya kolaborasi juga dengan temen-temen pegiat pariwisata. Sekarang kan sudah ada CHSE sertifikasi itu. Mereka juga menjamin dari segi sisi keamanan pengunjung dan lain-lain. Kalau kami dari sisi ketugasan Dishub ya istilahnya pada saat besok [mudik Lebaran] hanya akan bicara dari sisi arus saja," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Biwara Yuswantana menilai bahwa larangan mudik akan berjalan dengan baik dan efektif ketika ada andil dari daerah asal. Artinya daerah asal juga melakukan filter kepada setiap warganya yang hendak mudik.
"Larangan mudik itu untuk meminimalisir penularan melalui kontak. Kalau orang itu mudik berarti akan ada penumpukan warga di suatu daerah. Nah termasuk di daerah tertentu maka dari itu perlu ada filter-filter. Filter pertama adalah daerah asal," kata Biwara.
Berita Terkait
-
Capai 100 Temuan per Bulan, Dishub DIY: Pelanggaran KIR Masih Paling Tinggi
-
Inspeksi Angkutan Barang dan Umum, Dishub DIY Masih Temukan Pelanggaran
-
Mulai Maret, Dishub DIY Kembali Patroli Prokes Kendaraan di Objek Wisata
-
Dilengkapi Teknologi Canggih, Teman Bus Dirilis Dishub DIY di 3 Jalur
-
70 Lebih ASN Dishub DIY Ikuti Tes Swab Usai 8 Pegawainya Positif Covid-19
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan