SuaraJogja.id - Ribut-ribut soal pemakaman Covid-19 yang tak sesuai prosedur protokol kesehatan (prokes) di Kampung Mayongan, Padukuhan Cagunan, Kalurahan Trimurti, Srandakan, Bantul diklarifikasi oleh Ketua RT 114. Warga awalnya tidak diberitahu oleh keluarga almarhum jika jenazah merupakan suspect Covid-19. Namun beberapa hari kemudian jenazah terkonfirmasi Covid-19 ketika sudah selesai pemakaman.
Saat ini, warga yang ikut membantu pemakaman sudah menjalani tes Swab PCR sebanyak 28 orang. Per Jumat (4/6/2021) ada 13 orang yang telah melakukan swab PCR.
Ketua RT 114, Fajar Zainuddin menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak jujur saat ditanya terkait penyebab kematiannya. Meski dari pihak rumah sakit sudah memberitahu jika almarhum suspect Covid-19.
"Saya diberitahu jika almarhum terkonfirmasi Covid-19 lima hari setelah dinyatakan meninggal dunia. Meninggalnya tanggal 23 Mei 2021. Jadi masyarakat juga tidak tahu sebelum ada berita itu. Pertama itu saya sempat bertanya mengapa saat meninggal pukul 17.00 wib, jenazah baru datang pukul 22.30 wib. Setelah saya dekati pihak keluarga, antara pihak rumah sakit dan keluarga sendiri sempat eyel-eyelan," terang Fajar ditemui wartawan di tempat Swab PCR Kampung Mayongan, Padukuhan Cagunan.
Fajar menjelaskan memang hasil dari Swab jenazah saat dinyatakan meninggal belum keluar. Namun pihak RS menjelaskan jika jenazah suspect Covid-19.
"Jenazah almarhum itu cenderung terpapar. Namun pihak keluarga tidak terima karena belum keluar hasilnya lalu tetap membawa pulang ke rumah dan berinisiatif menggunakan ambulans sendiri," ujar dia.
Sesampainya di rumah, dirinya memastikan kepada keluarga jika almarhum apakah terpapar atau diduga Covid-19.
"Sebelum menyiarkan informasi adanya warga meninggal, kami pastikan dulu ke keluarga menggunakan protokol kesehatan (Covid-19) atau tidak. Jawabannya tidak, berarti mboten nopo-nopo njih (berarti tidak apa-apa ya dimakamkan tanpa prokes Covid-19). Lalu kami menyiarkan untuk pemakaman seperti adat biasanya," ujar dia.
Jenazah diantar dari RSUP Dr Sardjito. Setelah tiba jenazah dimandikan dan dikuburkan seperti pemakaman biasa. Fajar mengatakan bahwa jenazah tidak dimasukkan ke peti, namun tetap dimasukkan ke plastik.
Baca Juga: Korban Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pandu Tewas Alami Cedera Serius di Kepala
"Jadi kami tidak menolak untuk dimakamkan tanpa protokol kesehatan. Kami sendiri tidak diberitahu oleh anggota keluarga dan hasil swab (jenazah) keluar itu tanggal 28 Mei 2021, jadi jika ada berita kami menolak pemakaman dengan prokes itu tidak benar," jelas dia.
Fajar menjelaskan bahwa swab PCR disasar ke 28 orang yang berkontak erat saat memandikan dan memakamkan jenazah. Swab sudah dilakukan sebanyak empat gelombang.
"Jadi gelombang pertama itu ada delapan orang yang sudah di Swab PCR. Lalu gelombang dua ada 1 orang, selanjutnya gelombang ketiga ada enam orang, sementara gelombang empat yang terakhir ini ada 13 orang. Semua sudah menjalani swab," ujar dia.
Pihaknya berharap, ke depan ada informasi yang bisa langsung mengarah ke lingkungan RT jika ada kasus serupa. Hal itu untuk menanggulangi kejadian yang saat ini terjadi di kampungnya.
"Bagi saya dari pihak RS bisa langsung menghubungi ke RS daerah atau puskesmas. Sehingga dari instansi ini bisa langsung memberitahu di lingkungan kampung jika ada warga yang terindikasi Covid-19. Sehingga bisa ditanggulangi lebih cepat.
Lima orang Positif Covid-19
Berita Terkait
-
Makamkan Pasien Covid-19 Tanpa Protokol, Warga Mayongan Menyesal
-
Ada Dugaan Provokasi Soal Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19, Polisi Bakal Selidiki
-
Pemda DIY: Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Harus Diusut Tuntas
-
Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19 Tak Beralasan, Ini Kata Bupati Bantul
-
Penolakan Pemakaman dengan Prosedur Covid-19 di Trimurti Terjadi Tiga Kali
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran