Galih Priatmojo
Rabu, 07 Juli 2021 | 10:55 WIB
ilustrasi tabung oksigen, masker oksigen. (Dok. Envato)

Ibunya pertama kali ditolak di rumah sakit yang kehabisan tempat tidur, dan hanya bisa dirawat di tenda darurat di rumah sakit lain.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung, IGD pasien Covid-19 ditutup per 2 Juli lalu, dengan kekurangan oksigen menjadi salah satu penyebabnya.

"Empat hari lalu, terjadi kekurangan pasokan oksigen dari distributor dan vendor," kata kepala rumah sakit Mulyadi kepada BBC, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan bahwa produsen berjuang untuk memenuhi peningkatan permintaan dari rumah sakit.

"Setiap hari banyak yang datang, 10 sampai 15 pasien Covid-19, banyak yang antre," kata dokter Syaiful Hidayat di RS Pintar Pamekasan kepada BBC.

Sementara itu, pejabat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan mereka telah meminta industri gas untuk meningkatkan produksi oksigen medis dan mengimbau masyarakat untuk tidak menimbun.

"Kami berharap orang-orang tidak menimbun oksigen," katanya, seraya menambahkan bahwa ini hanya akan memperburuk kekurangan bagi orang lain.

Komentarnya muncul ketika orang-orang mencoba mengamankan tabung oksigen secara pribadi untuk merawat pasien di rumah.

Baca Juga: Anggarkan Rp7 Miliar, Pemda DIY Aktifkan Selter Desa dan Kabupaten

Load More