SuaraJogja.id - Lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bantul mengalami kekosongan kepemimpinan. Itu karena ada yang sudah pensiun maupun terkena mutasi ke posisi lain.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah meminta izin ke komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyelenggarakan seleksi terbuka.
"Hari ini kami sudah mengirim surat ke komisi ASN untuk mengisi beberapa pos yang kosong karena ada yang pensiun atau rotasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis, Kamis (28/10/2021).
Dijelaskannya, lima OPD yang kosong meliputi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (Dinsos P3A) Bantul; Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans); Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol); dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proses seleksi sendiri diproyeksikan pada November mendatang.
"Kami targetkan seleksi untuk mengisi lima OPD itu pada November 2021, sehingga pada Desember besok sudah pemimpin definitif," paparnya.
Kendati demikian, posisi jabatan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kosong. Pihaknya belum akan melakukan lelang jabatan untuk posisi itu dalam waktu dekat.
"Belum ada lelang jabatan untuk kepala Bappeda Bantul dalam waktu dekat. Jadi sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt)," ungkapnya.
Kemudian terkait dengan pengisian jabatan di dua dinas yang baru yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Kelautan dan Perikanan akan dilakukan lelang jabatan pada awal tahun 2022. Sehingga di awal 2022 sudah ada kepala dinas baru.
"Untuk dinas-dinas baru lelang ditargetkan pada awal 2022. Menunggu struktur dari sekretaris dinas sudah terisi dulu," ujarnya.
Baca Juga: Dukung Kegiatan PTM, Jasa Raharja Yogyakarta Gelar Vaksinasi di Pandak Bantul
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, ada lima orang yang menduduki posisi baru jabatan setingkat eselon II B tersebut. Kelima orang yang menempati posisi baru itu meliputi Didik Warsito yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) kini menduduki jabatan baru sebagai Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda).
Isa Budi Hartomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sekarang menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
"Dia mengisi jabatan Kepala BKPP yang kosong setelah Pak Danu pensiun," ujarnya, Selasa (26/10/2021).
Sambung Halim, Kepala Dinas Perdagangan Sukrisna Dwi Susanta digeser untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dwi Daryanto digeser sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan.
"Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Yus Warseno dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Dukung Kegiatan PTM, Jasa Raharja Yogyakarta Gelar Vaksinasi di Pandak Bantul
-
Banyak Warga yang Miskin, Kalurahan Guwosari Berikan Beasiswa
-
Enam Warga SMKN 1 Sedayu Positif Covid-19, Camat: Rantai Penularan Ketujuh
-
Patungan Sekampung, Warga Manding Sulap Mobil Bekas Jadi Ambulans
-
Viral Pelajar di Bantul Dilempar Sabuk Saat Sedang Nongkrong, Begini Kata Polisi
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan