SuaraJogja.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY bakal melakukan pemeriksaan acak syarat perjalanan bagi pengunjung di semua destinasi wisata pada momen libur natal dan tahun baru (nataru) mendatang. Bagi wisatawan yang kedapatan tidak membawa persyaratan itu secara lengkap akan diminta meninggalkan lokasi.
Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan hal tersebut bertujuan untuk memastikan kesehatan dari setiap pengunjung yang ada. Walaupun sudah ada juga aplikasi PeduliLindungi yang juga harus diterapkan.
"Walaupun PPKM level 3 saat nataru tidak jadi tapi pengetatan tetap dilakukan. Salah satunya nanti pengecekan pengunjung di tempat wisata," kata Noviar saat dihubungi awak media, Minggu (12/12/2021).
Noviar menjelaskan pengecekan secara acak kepada wisatawan itu terkait dengan syarat-syarat perjalanan bagi pengunjung dari luar daerah yang sudah ditentukan. Di antaranya pemeriksaan kelengkapan vaksinasi Covid-19 dari yang bersangkutan.
Selain itu wisatawan juga perlu mengantongi hasil negatif pemeriksaan Covid-19 yang masih berlaku. Ketentuannya jika menggunakan tes antigen maka hanya berlaku 1x24 jam, sedangkan jika tes PCR lebih panjang hingga 3x24 jam.
"Di objek wisata itu juga kita lakukan pengawasan terkait dengan prokes termasuk dengan pemeriksaan vaksin dan antigen atau PCR. Semuanya (destinasi wisata) akan kita lakukan pengecekan," ungkapnya.
Terkait dengan pemeriksan di wilayah perbatasan, kata Noviar tetap akan diberlakukan juga secara acak saja. Walaupun memang pemerintah batal menetapkan PPKM Level 3 pada momen nataru mendatang.
"Pembatasan terkait dengan (pelaku perjalanan) yang keluar masuk Jogja itu kan harus dilakukan pemeriksaan. Tetap ada pemeriksaan di perbatasan tiga tempat, Tempel, Prambanan dan Temon. Itu kita lakukan pemeriksaan secara acak. Dicek kelengkapan vaksin, lalu hasil tes antigen yang masih berlaku 1x24 jam atau PCR 3x24 jam," tuturnya.
Selain itu, disampaikan Noviar, pihaknya juga akan segan-segan membubarkan kerumunan-kerumunan yang ada di sejumlah tempat umum dan destinasi wisata. Dengan juga terus mengawasi penerapan protokol kesehatan dengan ketat.
Baca Juga: Belasan Museum di DIY Tutup, Media Visual Interaktif Jadi Alternatif Milenial
"Kami juga akan menambah personil, satu hari menerjunkan 568 personil. Kerumunan-kerumunan di daerah perkotaan itu akan kita lakukan pengecekan hingga membubarkan juga," tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata (dinpar) DIY, Singgih Rahardjo pihaknya mengikuti kebijakan PPKM Level 2 selama Nataru. Jika memang nanti ditemukan pelanggaran prokes pada destinasi wisata terkait, Dinpar akan melakukan penindakan.
"Nanti kita akan tutup sementara bila ada pelanggaran," ujar Singguh
Dinpar juga menyiapkan SOP dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan prokes. Selain itu mempersiapkan aplikasi online melalui Visiting Jogja bagi wisatawan yang masuk ke destinasi wisata di DIY.
"Wisatawan sudah mulai membiasakan diri dengan persyaratan perjalanan. Ini penting seperti swab antigen dan lainnya," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Jelang Libur Nataru, Satpol PP DIY Siapkan 578 Personel Awasi Prokes Selama PPKM Level 3
-
Tegakkan Perda Penanganan Gelandangan dan Pengemis, Satpol PP DIY Fokus Tindak Si Pemberi
-
Sita Ribuan Rokok Ilegal, Satpol PP DIY Ungkap Barang Berasal dari Jatim
-
Satpol PP DIY Sebut Belum Izinkan Konser Musik Hingga Resepsi Berskala Besar
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi