SuaraJogja.id - Paliyem (54) warga Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul harus mengalami nasib malang untuk kedua kalinya. Seperti diketahui, putranya yang bernama Dwi Rahayu Saputra (24) menjual seluruh perabot rumah miliknya pada 2021 lalu.
Lantas, Paliyem melaporkan kejadian itu ke Polsek Pundong dan anaknya sempat mendekam di penjara. Namun, pada akhir Januari 2022 lalu, Paliyem mencabut tuntutannya sehingga sang anak bisa menghirup udara bebas.
Usai bebas, Dwi bukannya sadar tapi malah mengulangi lagi tindakannya. Rencana dia untuk menjual sebuah almari kayu serta sebuah bangku bisa digagalkan kala akan diangkut mobil pikap. Tak tahan dengan kelakuan anaknya, akhirnya Paliyem kembali melaporkan anaknya ke Polres Bantul pada Jumat (11/2/2022).
Menerima laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polres Bantul berhasil menangkap Dwi di kediamannya pada Minggu (13/2/2022). Saat ditangkap, dia sedang bersama pacarnya yang berasal dari Jawa Timur.
Tak hanya hendak menjual lemari dan kursi, kompor pemberian Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pun turut dijualnya. Uang hasil penjualan ia gunakan untuk keperluan pribadi serta kebutuhan pacarnya.
Halim mengakui bahwa dia yang meminta Paliyem untuk mencabut tuntutan kepada anaknya. Dan saat itu ia juga menggalang donasi dengan koleganya.
"Kami ganti barang-barang yang dijual oleh anaknya meliputi pintu, kasur, dan kompor sudah kami kirim," kata dia, Senin (14/2/2022).
Ia pun kaget setelah mendengar Dwi mengulangi lagi perbuatannya.
"Saya kaget, sudah dicarikan bantuan dan diupayakan pembebasan. Tetapi setelah bebas kok kumat lagi, ini kan repot. Jadi ekspektasi saya tidak terpenuhi," terangnya.
Baca Juga: 4 Terduga Teroris Ditangkap di Kabupaten Bantul, Bupati: Sel-sel Terorisme Masih Ada
Kata dia, kejadian tersebut adalah suatu masalah. Namun, pihaknya tidak mungkin mengawasi anak itu selama 24 jam penuh.
"Ini memang suatu masalah, tidak mungkin mengawasi selama 24 jam anaknya. Maka kami akan terus melakukan langkah-langkah persuasif, harapan saya dia sembuh dan tidak kumat lagi," ucapnya.
Halim juga berpesan agar Dwi mencari pekerjaan ketimbang menjual perabotan lantaran tidak punya penghasilan. Dwi sempat bekerja menjadi driver ojek online (ojol).
"Dia masih muda dan kuat, kalau mengikuti gaya hidup berapa pun pendapatannya tidak akan cukup. Jangan bersembunyi dibalik kebutuhan untuk memenuhi gaya hidup. Kalau jadi driver ojol ya cukup itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Warsito (63) pakde dari Dwi menuturkan Kamis (10/2/2022) malam selepas Maghrib ia mendengar ada mobil bak terbuka yang datang ke rumah Paliyem. Saat itu ia melihat Dwi dibantu kru mobil pick up tersebut tengah menaikkan almari dari dalam rumah.
"Saya kaget. Jangan-jangan Dwi jual lemari lagi," tutur Warsito dengan bahasa Jawa, Jumat (11/2/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT