SuaraJogja.id - Pelepasan benih sidat dengan total 20.000 ekor dilakukan hari ini oleh anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), PT Suri Tani Pemuka (STP), bersama Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada di Daerah Aliran Sungai Boyong, Yogyakarta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY serta komunitas penggiat lingkungan sungai Dusun Jaban, Kelurahan Sariharjo, Sleman. Upaya restocking ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan khususnya kelestarian populasi ikan sidat.
Budhi Rahyono, Head of HR & GA STP mengungkapkan, “Di Indonesia, permintaan ekspor sidat terus melonjak setiap tahunnya. Hal ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus bersaing di pasar
internasional.
Dengan adanya permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya, maka penting bagi STP untuk turut andil dan aktif dalam menjaga populasi sidat. Salah satunya dengan melakukan restocking atau pelepasliaran ke alam.”
Lepas liar sidat ini rencananya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilepaskan di DAS Boyong dan Kali Kuning. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.
Hal ini dilakukan demi memastikan pertumbuhan populasi sidat di habitat alaminya. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah agar pengelolaan dan pemeliharaan sumberdaya perairan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ikan sidat (Anguilla spp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, kandungan gizi pada ikan sidat juga dinilai tidak kalah dari ikan salmon yang sudah lebih dulu dikenal kaya akan zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Ikan sidat yang sekilas nampak seperti belut ini memiliki kandungan protein, lemak, serta mikronutrien seperti zinc yang baik untuk pertumbuhan sel dan sistem kekebalan tubuh.
Bahkan kandungan DHA dan EPA pada ikan sidat jauh lebih tinggi dibandingkan salmon. Dalam kesempatan yang sama, Ir. Jaka Widada, Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian UGM menyampaikan “Kami menyambut baik inisiatif STP dalam melakukan restocking ikan sidat di wilayah sungai Boyong ini. Seperti kita ketahui, ikan sidat memiliki siklus hidup yang panjang. Karena fase hidupnya tersebut, menjadikan faktor penyebab populasi sidat kian menurun bahkan terancam punah. Sehingga, dengan adanya kegiatan restocking ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan ikan sidat. Selain itu, penting memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan eksploitasi”.
Ikan sidat tergolong kategori ikan katadromus, artinya memiliki siklus kehidupan di dua jenis perairan
yaitu air tawar dan laut. Sidat dewasa yang berkembang di perairan tawar akan melakukan pemijahan
dan bertelur ke laut dengan kedalaman mencapai 6.000 m. Setelah bertelur, ikan sidat akan mati dan
telur sidat akan terbawa arus kembali ke sungai hingga menetas menjadi larva dan berkembang
menjadi glass eel untuk dibudidayakan.
Baca Juga: Pendaftaran Seleksi Calon Rektor UGM Ditutup, 7 Nama Ini Berhasil Lengkapi Syarat Pendaftaran
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kepala Bidang Perikanan, Ir. Sri Purwaningsih, M.MA mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh STP dan UGM, “Terima kasih kami ucapkan kepada STP dan UGM serta semua pihak yang terlibat dan telah mempercayakan untuk pelestarian populasi sidat di Kabupaten Sleman serta mendukung pelepasliaran di perairan umum Sungai Boyong.”
“Kami percaya, dengan adanya kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan, jumlah populasi sidat
di Indonesia tetap terjaga. Kami juga berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi semua
pihak,” pungkas Budhi Rahyono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Kian Perkuat Ekonomi Kerakyatan