Gayung tak bersambut, upaya Yati dan pedagang lain tak digubris. Sebelumnya pedagang meminta relokasi ditunda sampai Idulfitri 2022 saja. Namun, Pemda DIY menolak.
Bahkan ketika awal Februari, yaitu saat masa berjualan pedagang di Malioboro sudah habis, sempat terjadi gesekan antara petugas gabungan dan pedagang Malioboro, menyusul surat edaran yang baru diberikan secara mendadak kepada pedagang.
"Kalau memang Februari tidak bisa jualan, ya jauh-jauh hari, mungkin awal Januari itu sudah ada suratnya, diberikan ke setiap pedagang. Lha ini akhir Januari baru diberikan, bahkan baru tengah malam itu dikirim ke kami, apa tidak buru-buru? Sebenarnya pemerintah ini kenapa sampai memaksa seperti ini?" keluh dia.
Tidak hanya Yati, pedagang perempuan lain seperti Upi juga mempertanyakan kesiapan Pemkot Yogyakarta terhadap lapak di Teras Malioboro 2. Pedagang hanya diberi lapak dengan seng-seng besi. Saat hujan deras, kerap kali atap bocor bahkan sampai banjir.
Upi tak tinggal diam ketika isu relokasi itu menyebar di lingkungan pedagang. Beberapa orang gelisah karena kepastian ukuran lapak, bahkan waktu perpindahannya tak langsung disampaikan ke pedagang.
"Seakan-akan tidak transparan pemerintah itu. Kami rakyat kecil bersuara keras juga tidak didengar," kata dia.
Upi bersama rekan lainnya juga meminta bantuan LBH Yogyakarta terkait relokasi yang diklaim disepakati hanya satu pihak saja. LBH Yogyakarta menampung aspirasi dan membuka rumah aduan agar kejelasan relokasi ini transparan.
Baik Upi dan Yati berusaha untuk tetap bertahan dengan cara berjualan. Aspirasi dari suara mereka mewakili keresahan pedagang lain soal bagaimana menghidupi keluarga mereka jika relokasi tak sama dengan keadaan sebelumnya.
Nasi telah menjadi bubur, relokasi PKL mau tidak mau diterima dengan emosi yang harus mengendur.
Baca Juga: Dua Pekan Berjualan di Teras Malioboro 1 Selama Ramadhan, Yanti Baru Kantongi Rp180 Ribu
Malioboro transformasi, eks PKL tak punya pilihan selain adaptasi
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Demo di Malioboro Februari 2025
-
Wajah Baru Malioboro: Revitalisasi Selesai, Pedagang Teras Malioboro 2 Buka Lapak!
-
Drama Relokasi Teras Malioboro 2: Pedagang Tridharma Vs Pemda, Siapa yang Menang?
-
Apa Itu Lintang Kemukus yang Muncul di Langit Malioboro?
-
'Banyak Bajingan Demo di Tugu Jogja', Warganet Nyaris Tergocek, Ternyata Maksud Sebenarnya Sarat Adab
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan