Saat ini trotoar Malioboro lengang tanpa PKL. Riuh aktivitas jual-beli berpindah di Teras Malioboro 1 dan 2. Upi merasakan hal berbeda ketika berjualan di lapak barunya. Karena terbiasa di tempat yang cukup luas, kali ini ia harus beradaptasi dengan lokasi yang sempit.
Di sisi lain, kegiatan berjualan yang tersentralisasi di satu lokasi tak jarang menimbulkan kesenjangan, mengingat wisatawan yang datang dari pintu masuk Teras Malioboro lebih memilih pedagang di depan dibanding harus berjalan masuk lebih dalam.
"Ya akhirnya untung-untungan, sehari mungkin baru laku dua baju, tapi ada juga yang seharian berjaga tidak laku sama sekali," keluh dia.
Upi masih meyakini bahwa ada masanya ekonomi PKL di Teras Malioboro 2 kembali stabil. Namun, waktu yang dibutuhkan tak sebentar. Dirinya hanya bisa bersabar.
Di sisi lain, relokasi PKL menjadi angin segar bagi Hardinah. Pemilik Toko Roti Djoen Lama itu mengaku ada sedikit peningkatan ekonomi pascarelokasi PKL.
Pembeli yang biasanya kebablasan, kini lebih mudah menemukan toko miliknya.
"Ya sekarang lebih longgar tokonya, jadi lebih banyak yang datang dan tidak sulit lagi mencari toko," ujar Hardinah.
Relokasi PKL Malioboro menjadi penggalan kisah bagaimana masyarakat di Jogja bertahan hidup dengan aturan pemerintah yang dianggap terburu-buru.
Bagi Yati, Upi, Hardinah, dan Kuat Suparjono, hidup harus terus berjalan. Meski perjuangan untuk bertahan di kawasan pedestrian Malioboro pupus, masih ada keluarga yang perlu dihidupi.
Baca Juga: Dua Pekan Berjualan di Teras Malioboro 1 Selama Ramadhan, Yanti Baru Kantongi Rp180 Ribu
Berbagai perubahan secara bergiliran menguji sejak pandemi, hingga kini mereka hanya bisa mencoba berdamai dengan transisi dan berharap dengan waktu untuk mengembalikan perekonomian mereka menjadi stabil lagi.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Demo di Malioboro Februari 2025
-
Wajah Baru Malioboro: Revitalisasi Selesai, Pedagang Teras Malioboro 2 Buka Lapak!
-
Drama Relokasi Teras Malioboro 2: Pedagang Tridharma Vs Pemda, Siapa yang Menang?
-
Apa Itu Lintang Kemukus yang Muncul di Langit Malioboro?
-
'Banyak Bajingan Demo di Tugu Jogja', Warganet Nyaris Tergocek, Ternyata Maksud Sebenarnya Sarat Adab
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan