SuaraJogja.id - Kementeriang Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul mencatat ada 927 orang yang mendaftar untuk naik haji pada 2020. Dari jumlah tersebut hanya 443 orang yang bisa berangkat haji.
Dengan begitu, ada 484 calon jemaah haji yang keberangkatannya tertunda. Padahal mereka berharap bisa berangkat tahun ini.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ahmad Mustafid menjelaskan faktor yang menyebabkan mereka belum bisa berangkat ke Tanah Suci antara lain pembatasan kuota, usia maksimal 65 tahun, dan ada calon jemaah haji yang memilih menunda keberangkatan.
"Tapi karena kuotanya terbatas DIY hanya 1.437 dan Bantul dapat jatah 443. Selain itu juga ada pembatasan usia maksimal 65 tahun karena pandemi Covid-19," ujar Ahmad, Kamis (9/6/2022).
Perihal kuota, jelasnya, pada tahun ini murni sesuai urutan siapa yang paling awal mendaftar haji. Maka tidak ada penggabungan suami istri terpisah tahun serta tidak ada pendamping lansia.
"Dan itu sistem termasuk usia, beda satu hari saja, misalnya dia lebih dahulu lahirnya sebelum 29 Juni 1957 maka akan terpotong oleh sistem," ucapnya.
Sementara tentang calon jemaah haji yang memilih menunda keberangkatan meski sudah lunas membayar Rp25 juta pada 2020, mereka belum membayar sisa pelunasannya yakni Rp10 juta. Meskipun mereka sudah masuk ke dalam 443 kuota keberangkatan haji.
"Ada sekian jemaah yang masuk kuota lalu berhak lunas. Dia bisa memilih apakah akan melunasi sisa Rp10 juta itu tahun ini atau ditunda karena ada keperluan maka (berangkatnya) tahun depan," paparnya
Pihaknya berharap aturan calon jemaah haji usia maksimal 65 hanya sesaat karena ada pandemi. Untuk tahun depan diharapkan suah normal lagi.
Baca Juga: Jemaah Calon Haji Asal Bekasi Mulai Berangkat ke Tanah Suci Jumat Besok
"Semoga dibuka luas dengan kuota Indonesia sekitar 221 ribu jemaah haji dan usia lansia jadi prioritas. Bahkan satu persen untuk lansia, dipilih yang paling tua usianya. Pada 2019 lalu ada yang usianya 98 tahun," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Kemenag Bantul Sebut Dua Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Begini Penjelasannya
-
Cerita Suharyanto, Dua Tahun Menunggu Naik Haji, Baru Terealisasi Setelah Dibantu Bank dan Menurunnya Kasus Pandemi
-
Bantul Kukuhkan Petani Milenial, Pemanfaatan Teknologi Pangan Jadi Sasaran ke Depan
-
Pasar Prawirotaman Menuju Pasar SNI, Begini Pertimbangan BPOM dan BKPN
-
Dianggap Membahayakan Penerbangan Internasional, Paku Hingga Cobek Milik Jamaah Calon Haji Lamongan Disita Petugas
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah
-
PSIM Yogyakarta Lepas Kasim Botan, Manajer Tim Spill Pemain Asing Baru
-
Isu Reshuffle Kabinet Kian Menguat, Akademisi Nilai Menteri Sarat Kritik Layak Jadi Evaluasi