SuaraJogja.id - Sebanyak 11 TPS di Sleman direkomendasikan untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL). Lantas apa bedanya PSU dan PSL tersebut?
Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar menuturkan aturan untuk PSU sendiri terdapat pada Pasal 372 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Di sana tertulis ada beberapa syarat untuk pelaksanaan PSU.
Di antaranya ketika ada bencana alam hingga pemilih yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau daftar pemilih tambahan (DPTb) namun tetap mencoblos di sebuah TPS.
"Nah kebanyakan dari beberapa PSU yang kami kaji itu emang lebih karena pemilih yang tidak memenuhi syarat. Dia bukan DPT dan DPTb tetapi menggunakan hak pilih, itu akhirnya kami menyimpulkan ini perlu adanya PSU," kata Arjuna, Senin (19/2/2024).
Sebenarnya untuk PSL sendiri, diungkapkan Arjuna, tidak jauh berbeda penyebabnya dengan PSU. Termasuk akibat adanya tahapan atau gangguan yang mengakibatkan proses tahapan tersebut harus terhenti.
Kekurangan logistik surat suara menjadi salah satu kemungkinan PSL diselenggarakan. Sebagai contoh ada satu orang warga yang tercatata sebagai DPT dan seharusnya mendapat lima surat suara tetapi kemarin hanya mendapat empat saja.
"Dalam hal ini kami kontekskan dengan pemilih, ada pemilih itu DPT misalnya, pada saat pencoblosan dia hanya menerima satu surat suara. Padahal dia itu memiliki hak untuk mencoblos lima suara suara, oleh karena itu kami melihat ada hak yang belum tertunaikan. Berarti ada potensi gangguan dalam proses tahapan itu maka kami sarankan itu dilanjutkan," ujarnya.
Jika PSU diselenggarakan secara keseluruhan, sementara PSL hanya dilakukan oleh warga yang memang belum menuntaskan haknya secara penuh. Semisal kurangnya surat suara tadi.
"Kusus bagi yang mereka belum menunaikan haknya secara penuh dalam pencoblosan. Jadi PSL-nya itu berarti untuk empat surat suara (contoh) yang belum mereka coblos itu tadi. Jadi bedanya secara umum seperti itu," imbuhnya.
Baca Juga: Bawaslu Sleman Kaji Empat TPS yang Berpotensi Lakukan Pemungutan Suara Ulang
Arjuna merinci ada delapan TPS yang melakukan PSU mulai dari TPS 125 Condongcatur Depok; TPS 12 Tegaltirto Berbah; TPS 26 Sidoarum Godean; TPS 26 Tridadi Sleman; TPS 29 Tegaltirto Berbah; TPS 126 Caturtunggal Depok; TPS 001 Tirtomartani Kalasan dan TPS 002 Tirtomartani Kalasan.
Kemudian untuk tiga TPS yang direkomendasikan untuk PSL adalah TPS 16 Tirtomartani Kalasan, TPS 29 Tirtomartani Kalasan, dan TPS 32 Tirtomartani Kalasan.
"Total ada 11 TPS dengan 8 PSU dan 3 PSL," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan