SuaraJogja.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan stok darah masih cukup pada momen libur Lebaran mendatang. Walaupun di sisi lain, ada peningkatan permintaan darah dalam beberapa waktu terakhir.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY GBPH Prabukusumo. Ia memastikan stok darah di DIY masih akan tercukupi hingga Idulfitri nanti.
"Ketersediaan stok darah cukup, kemarin sebelum puasa sudah menabung untuk keperluan stok darah," kata Prabu, Kamis (4/4/2024).
Prabukusumo menuturkan setidaknya di bulan ramadan ini saja kenaikan permintaan darah mencapai 20-30 persen. Kendati demikian pihaknya sudah mengantisipasi dengan mengambil stok darah sebelum puasa lalu.
"Memang sekarang permintaan cepat sekali, jadi naik 30 persen. Kenaikan 20-30 persen permintaan darah, kita sudah stok sebelum Lebaran. Pas puasa ini juga yang tidak puasa juga tetap datang ke PMI (donor darah)," ujarnya.
Jika melihat data yang ada, kata Prabu, kebutuhan darah di DIY perbulan mencapai 1.000 per bulan di setiap kabupaten atau kota. Pihaknya pun akan terus melayani doroh darah dari masyarakat serta tak menutup kemungkinan untuk melakukan jemput bola untuk memenuhi stok darah.
Selama momen libur Lebaran tahun ini pun, PMI DIY juga tetap bersiaga. Setidaknya ada tambahan sekitar 900 personel yang siap diterjunkan bersama instansi terkait.
"Kita tambah posko yang moveable, kawasan wisata itu pakai ambulans keliling, wisata yang banyak pengunjung kita sambangi. Intinya kita siap 24 jam," tuturnya.
Diketahui ada sebanyak 4.864 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kelancaran mudik Lebaran 2024. Total ada 24 posko yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Baca Juga: Catat Ini Sejumlah Jalur Rawan Kecelakaan di DIY, Pemudik dan Wisatawan Wajib Tahu!
Hal ini disampaikan Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan usai menggelar apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat "Ketupat Progo 2024" di halaman Mapolda DIY, Rabu (3/4/2024). Ribuan personel gabungan itu terdiri dari unsur Polri, TNI dan stakeholder lain.
"Total seluruhnya gabungan Polri TNI dan stakeholder lain itu 4.864 personel. Namun demikian di luar itu, ditambah kami dapat informasi PMI itu menyiapkan tenaga sebanyak 900 di luar dari 70 yang terdaftar. Jadi selain angka 4.864 sebenarnya sukarelawan juga banyak," kata Suwondo, kepada wartawan, Rabu pagi.
Berita Terkait
-
Kapolda DIY Pastikan Manajemen Lalu Lintas saat Lebaran di Jogja Berlangsung Dinamis, Terintegrasi Smart City
-
Kapolda DIY Prediksi Puncak Pergerakan Masyarakat Keluar Masuk DIY Terjadi Beberapa Kali Saat Libur Lebaran
-
Setiap Hari 20 Orang Cek Darah, Angka Penyakit Degeneratif di Jogja Meningkat Saat Lebaran
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat