SuaraJogja.id - Seorang petani Padukuhan Sidomulyo Kalurahan Sampang Kapanewon Gedangsari Gunungkidul dijatuhi denda karena aksi penyiapan lahan dengan cara pembakaran dedaunan kering merembet ke petak yang bukan miliknya.
Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto menuturkan peristiwa kebakaran terjadi pada Senin (19/8/2024). sekira pukul 10.00 WIB petani yang bernama Tugiman bermaksud membersihkan lahan miliknya dari sampah daun kering dengan cara dibakar.
Namun karena kondisi lahan sekitar yang menanjak dan angin yang cukup kencang mengakibatkan api menjalar dengan cepat ke lahan di sekitar. Kondisi Tugiman yang baru sembuh dari sakit juga menjadi penyebab tidak bisa dengan cepat pemadaman api.
"Api merembet ke petak lahan milik petani lainnya," ujar dia.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian bahu membahu mencoba memadamkan api agar tidak meluas lagi. Namun karena minimnya peralatan dan pemadam kebakaran tak bisa menjangkau lokasi kejadian maka api menghabiskan tanaman palawija milik 14 petani termasuk milik Tugiman. Dan api baru dapat dipadamkan sekira pukul 16.30 WIB.
Pemilik yang lahannya ikut terbakar sempat emosi dan tak terima tanaman mereka ludes terbakar. Hingga akhirnya pihak kepolisian bersama kalurahan setempat melakukan mediasi kedua belah pihak agar peristiwa tersebut tidak berkepanjangan dan terulang kembali.
"Mediasi kami lakukan. Akhirnya ada kesepakatan," terang dia.
Suryanto menyebut dari mediasi itu diperoleh kesepakatan Tugiman mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada 13 warga yang terdampak kebakaran lahan. Tugiman juha berjanji tidak akan mengulangi membakar sampah di lahan. Apabila dikemudian hari mengulangi perbuatannya lagi, sanggup dituntut secara hukum.
"Pak Tugiman harus membayar ganti rugi sebesar Rp 1juta kepada Bapak Giman. Salah satu petani yang lahannya turut terbakar,"ungkapnya.
Suryanto mengakui penyiapan lahan dengan cara membakar dedaunan kering memang cukup meresahkan terjadi di wilayah Kapanewon Gedangsari Gunungkidul. Sebab, akibat aksi yang dilakukan seorang petani menyebabkan orang lain mengalami kerugian cukup besar karena lahannya terbakar.
Dua pekan sebelumnya, lanjut dia, dua padukuhan dari dua Kapanewon Patuk dan Gedangsari nyaris bentrok. Karena aksi pembakaran lahan yang dilakukan warga Padukuhan Suru Gedangsari membakar torn (bak penampungan air) bantuan Kemenhan untuk warga Kapanewon Patuk.
"Torn itu belum diresmikan sudah ludes terbakar. Kerugiannya kalau itu bisa mencapai 25 juta rupiah. Jadi kami himbau jangan dilakukan lagi ya," kata Suryanto.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan
-
Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street
-
BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG