SuaraJogja.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan para gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ada di setiap kelurahan atau desa untuk menyuplai bahan pangan guna mendukung program pangan dan gizi.
"Dengan adanya program pangan dan gizi itu kami mempersilakan semua gapoktan untuk mencari siapa yang akan memasak, biar gapoktan yang mengisi bahan baku," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo di Bantul, Minggu.
Terlebih, katanya, gapoktan-gapoktan di Bantul selama ini memproduksi hasil panen berlebih, misalnya gapoktan dari Bantul beberapa waktu lalu yang telah memasok beras kualitas premium untuk kebutuhan pangan di Pasar Beringharjo Yogyakarta.
"Saya mempersilakan gapoktan, kalau siap ya monggo, seperti Gapoktan Srihardono Pundong yang telah memproduksi beras organik itu silakan mencari 'link-link' atau jaringan yang mungkin bisa menyuplai bahan pangan," katanya.
Joko mengatakan, di Kabupaten Bantul yang mempunyai 75 kelurahan masin- masing telah terdapat gapoktan yang terdiri atas beberapa kelompok tani, kemudian juga ada kelompok wanita tani (KWT) yang produksinya tidak hanya beras, namun juga sayuran, dan bahan pangan lain.
"Dengan begitu, harapan kami mereka bisa mendapatkan harga jual yang bagus, termasuk KWT yang mempunyai produk sayuran, atau peternak yang mempunyai produk telur, daging silakan, kita akan bantu mencarikan link untuk pasarnya," katanya.
Dia mengatakan, dalam menentukan gapoktan maupun produsen bahan baku yang menjadi pemasok pangan tidak ada seleksi, namun yang terpenting ada kerja sama dengan pihak ketiga yang menjadi pengolah bahan pangan menjadi pangan bergizi.
"Yang penting ada kerja sama, otomatis ada kesepakatan, namun bentuknya bagaimana dan kesepakatan seperti apa, kami tidak ikut cawe-cawe, namun tentu saja kami membantu mencarikan 'link' untuk pasar," katanya.
Dia mengatakan, terlebih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dengan Kota Yogyakarta telah bekerja sama, yang fokus utamanya dalam mengelola perekonomian, dan telah diwujudkan dalam suplai beras Gapoktan Bantul ke pasar yang ada di Yogyakarta.
Baca Juga: KPU Bantul Kerahkan 90 Tenaga untuk Sortir dan Lipat Surat Suara Pilkada, Sebagian dari Disabilitas
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal