Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Senin, 24 Maret 2025 | 11:17 WIB
Petugas memasang spanduk larangan parkir di selatan Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa (30/05/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyiagakan 190 personel Jogomaton untuk berjaga di kawasan Tugu, Malioboro dan Kraton (Gumaton) selama libur Lebaran 2025. Selain mengawasi parkir liar di kawasan itu, pedagang liar atau pengamen pun bakal menjadi perhatian.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta Yetti Martanti menuturkan ratusan personel Jogomaton itu dibagi dalam tiga sif operasi. Selain itu, pihaknya turut memasang 18 titik CCTV di sepanjang Malioboro. 

"Ada 190 Jogo maton nanti tiga sif untuk setiap pengaduan harian yang ada di sepanjang Tugu, Malioboro, Kraton. Ada juga 18 titik cctv di sepanjang Malioboro. Nanti penyisiran tiga jam sekali," kata Yetti, Senin (24/3/2025).

Disampaikan Yetti, tak jarang ada taksi online yang kemudian berhenti di Jalan Malioboro dan membuat macet. Bahkan ada sejumlah wisatawan yang nekat parkir di kawasan Malioboro sejak malam.

Baca Juga: Tinjau Operasi Pasar di Kantor Pos Bantul, Wamentan: Gerai Pos Agri Bakal Dipermanenkan

"Biasanya itu kan, misalnya taksi online itu loh, itu harus kita jaga ini, biasanya di depan mal. Termasuk pada saat kalau Lebaran, itu H plus itu adabmereka tiba-tiba ada parkir mobil yang berhenti dari malam hari sampai pagi hari," ujarnya.

"Nah itu harus kita jaga, kita halau terus. Sebab pernah itu kita [tinggal] sebentar saja itu sudah pada parkir sendiri di sana nah itu yang kita halau gitu," imbuhnya.

Selain itu upaya penertiban juga bakal dilakukan kepada setiap PKL maupun pengamen liar yang beraktivitas di kawasan tersebut.

"Ya tetap kita upayakan [penertiban], tidak hanya pengamen tapi juga yang seluruh PKL yang tidak diperkenankan berada di Malioboro akan kita jaga, akan kita jaga 3 sif nanti Jogomaton, akan intens," tandasnya.

Pengamen Malioboro Sudah Difasilitasi

Baca Juga: Pemkot Jogja Siapkan Tambahan Parkir di Lokasi Ini Saat Libur Lebaran, Tersedia Fasilitas Shuttle

Yetti mengatakan bahwa sebenarnya sejumlah pengamen yang kerap beroperasi di Malioboro beberapa waktu lalu sudah dilakukan pembinaan tersendiri. Bahkan mereka diberikan ruang untuk tampil. 

"Kita jadikan satu grup-grup itu yang kemudian sudah diberikan ruang atau tempat pengamen untuk perform," ucapnya.

Total saat ini ada 13 grup gabungan pengamen Malioboro yang mendapatkan kesempatan itu. Mereka pun mengisi acara secara rutin melalui event Sekar Rinonce merupakan serangkaian event seni budaya yang rutin diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta.

"Jadi Teras Malaboro, baik yang Beskalan maupun Ketandan itu setiap hari ada perform untuk pengamen-pengamen yang sudah digrupkan, yang dulunya di Malioboro," ungkapnya.

Jika kemudian masih ada pengamen yang berkegiatan di luar grup atau acara itu, kata Yetti, maka mereka merupakan pengamen yang belum masuk dalam pendataan. Oleh sebab itu, pengawasn terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

"Jadi kalau misalnya itu ada yang [masih berkeliaran], itu berarti di luar pendataan kami. Nah itu yang kemudian nanti akan kita halau oleh Jogomaton," tuturnya.

Dishub Siapkan Kantong Parkir Alternatif

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menyiapkan kantong parkir tambahan selama periode liburan Lebaran 2025 nanti. Dua kantong parkir itu ada di GOR Amongraga dan kawasan Stadion Mandala Krida.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menuturkan kantong parkir tambahan itu akan difokuskan terlebih dulu ke Amongraga. Rencananya kantong parkir itu akan mulai beroperasi sejak tanggal 2-7 April 2025. 

"Masyarakat nanti yang ingin menikmati Malioboro dari tanggal 2-7 April 2025 yang ingin wisata ke Malioboro, karena kondisi terbatas maka silakan parkir di Amongraga maupun Mandala Krida tapi main [utama] parkirnya Amongraga dulu," kata Agus saat ditemui, Jumat (21/3/2025).

Disampaikan Agus, kantong parkir Amongraga dan Mandala Krida itu akan dibuka mulai pukul 07.00 - 23.00 WIB. Dengan tarif parkir flat sebesar Rp10 ribu.

"Jadi seandainya Amongraga, semoga tren positif maka kita akan extend di Mandala Krida. Amongraga itu 130 sampai 150 SRP [satuan ruang parkir] mobil roda 4, mobil kalau di Mandala Krida bisa sampai 500 SRP mobil," ungkapnya.

Load More