Menurut data dari BPS dan berbagai riset pendidika, hanya sekitar 20-25 persen anak dari kelompok 40 persen rumah tangga termiskin yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Hambatan utama meliputi biaya kuliah, biaya hidup, lokasi kampus yang jauh dari daerah asal, serta kurangnya informasi dan motivasi dari lingkungan sosial.
Pendidikan tinggi secara teori bisa memutus rantai kemiskinan, namun hasilnya sangat bergantung pada kualitas institusi pendidikan tinggi. Lulusan dari kampus ternama atau vokasi berkualitas lebih mudah terserap di dunia kerja.
Jurusan yang dipilih juga menjadi faktornya. Beberapa jurusan memiliki prospek kerja yang jauh lebih besar dibanding lainnya.
Dukungan sosial dan jaringan pasca-kelulusan. Anak-anak dari keluarga miskin mungkin tidak punya akses ke jejaring profesional yang kuat, berbeda dengan anak-anak dari keluarga mampu.
Pemerintah Indonesia telah membuat beberapa kebijakan yang membuka peluang anak-anak miskin mengenyam pendidikan tinggi, antara lain, Beasiswa KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah): Menanggung biaya kuliah dan biaya hidup untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Selain itu ada Beasiswa dari kampus atau yayasan swasta.
Dan bisa juga menggunakan program Perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur afirmasi.
Baca Juga: Sleman Siapkan Tempat Sampah Raksasa, Bupati: Mampu Tampung Seluruh Sampah DIY
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara