SuaraJogja.id - Pemkab Sleman melakukan MoU terkait pelaksanaan program Sleman Pintar Plus Plus. Hal ini sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan melalui sektor pendidikan.
MoU itu dilakukan dengan sejumlah mitra, di antaranya Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), PT Chemco Harapan Nusantara, PT Mitrametal Perkasa, PT Nichirin Indonesia. Penandatanganan MoU dilakukan beberapa waktu lalu di kampus UTY, Sendangadi, Mlati, Sleman.
Adapun melalui program Sleman Pintar Plus Plus ini, anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki tekad untuk belajar akan diberikan bantuan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Selain itu, mereka nantinya juga akan diberikan kesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan nasional.
Sehingga setelah lulus perguruan tinggi mereka telah memiliki pengalaman dan siap memasuki dunia kerja.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh stakeholder. Sehingga tujuan yang diinginkan dapat lebih mudah dicapai serta efektif.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kolaborasi dengan akademisi, perusahaan, dan lainnya. Kita harus bahu-membahu membangun negara ini," kata Harda.
Sementara itu, Sekda Sleman sekaligus Wakil Ketua TKPK Kabupaten Sleman, Susmiarto, dalam sambutannya menyebut MoU ini merupakan langkah serta komitmen Pemkab Sleman.
Pemkab sendiri memiliki misi untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan pendidikan yang langsung terhubung dengan dunia kerja kepada masyarakat di Bumi Sembada.
"Pemberantasan kemiskinan tidak cukup dilakukan dengan pemberian bantuan sosial saja. Tapi dengan memberikan akses pendidikan perguruan tinggi yang relevan dengan dunia kerja merupakan kunci pemberantasan kemiskinan yang berkelanjutan," ujar Susmiarto.
Baca Juga: Sleman Siapkan Tempat Sampah Raksasa, Bupati: Mampu Tampung Seluruh Sampah DIY
Sementara itu, Rektor UTY, Bambang Moertono, menyambut baik program kerjasama ini. Menurutnya program Sleman Pintar Plus Plus ini sejalan dengan visi dan misi UTY yakni berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
"Program Sleman Pintar Plus Plus, yakni kuliah di kampus dua tahun, kemudian magang di perusahaan satu setengah tahun," kata Bambang.
Dari perwakilan Mitra Industri, Gede Agus Prayajana, juga menyambut baik program kerja sama ini. Dikatakan pihaknya akan berupaya menjalankan tugasnya sebaik mungkin, sehingga tujuan yang dicita-citakan bersama bisa terwujud dan berhasil.
"MoU ini adalah hal pertama dan hal selanjutnya adalah tugas kami untuk meyakinkan masyarakat bahwa kemiskinan bisa diberantas melalui pendidikan," ujarnya.
Untuk diketahui, Pendidikan tinggi dianggap sebagai salah satu jalan utama untuk mobilitas sosial dan ekonomi.
Namun, realitas di Indonesia menunjukkan bahwa akses anak-anak dari keluarga miskin ke perguruan tinggi masih sangat terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang