- Relokasi PKL eks TKP ABA tak memberikan perubahan ekonomi yang dijanjikan Pemkot Jogja
- Pedagang yang pindah ke bekas Menara Kopi tak memiliki pelanggan
- Para pedagang bakal kembali berjualan di sekitar Tempat Parkir ABA karena lebih banyak wisatawan
Keberlangsungan PKL dan juru parkir tidak diperhatikan.
"Dari dulu pemerintah bilang enggak boleh ada kendaraan besar di kawasan ini. Tapi kenyataannya ya masih lewat. Apakah ada pihak tertentu yang diistimewakan? Kami enggak tahu. Yang jelas, kami ini seperti dibiarkan sepi," ujar dia.
Karena itu, ratusan PKL dan juru parkir berencana membuka lapak sementara di sekitar Pos Gumatan yang tak jauh dari kawasan eks TKP ABA.
Hal itu dilakukan karena banyak wisatawan yang parkir di Jalan Margo Utomo masuk ke kawasan Malioboro.
"Kalau tidak ada solusi dari pemerintah, kami akan gelar dagangan di sekitar Pos Gumatan. Paling tidak di sana masih ada wisatawan yang lewat dari arah parkir. Kami hanya butuh tempat untuk tetap mencari makan," tandasnya.
Langkah tersebut juga akan mereka bicarakan dalam pertemuan dengan Wali Kota Yogyakarta yang dijadwalkan Rabu (15/10/2025).
Para pedagang berharap ada perhatian lebih serius dari Pemkot maupun Pemda agar sirkulasi ekonomi di kawasan relokasi bisa kembali hidup.
"Kalau pemerintah serius ingin menjaga nilai filosofi kawasan, kami setuju. Tapi tolong jangan matikan ekonomi rakyat kecil. Kami ini hanya ingin hidup, bukan menentang aturan," ungkapnya.
Relokasi para pedagang dari eks TKP ABA ke kawasan Menara Kopi sebelumnya merupakan bagian dari kebijakan Pemda DIY dalam rangka penataan kawasan Sumbu Filosofi, jalur warisan budaya dunia yang membentang dari Tugu Pal Putih hingga Panggung Krapyak.
Baca Juga: Jogja Bergerak Lawan Kanker Payudara, 3.000 Perempuan Ikut Skrining, Wali Kota Beri Edukasi
Penataan ini meliputi pembatasan kendaraan besar, pengaturan parkir wisata, dan penertiban aktivitas ekonomi di kawasan inti.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya