- Pemda DIY sempat dilema untuk menerima tawaran program pemerintah pusat terkait PSEL
- Saat ini pihaknya sudah menyiapkan cara agar target pengelolaan sampah 1.000 ton/hari bisa dicapai
- Nantinya PSEL disiapkan di TPA Piyungan Bantul
SuaraJogja.id - Pemda DIY terus mematangkan rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di kawasan TPA Regional Piyungan, Bantul.
Proyek strategis nasional ini harus benar-benar disiapkan karena ditargetkan harus mengolah sedikitnya 1.000 ton sampah per hari.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (22/10/2025) mengatakan pemda tengah melakukan inventarisasi dan koordinasi intensif dengan kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan pasokan sampah.
Sebab hal ini menjadi syarat utama sebelum pembangunan fisik PSEL dimulai.
"Syarat mereka minimal 1.000 ton per hari. Kami sudah merekap potensi sampah dari kabupaten/kota. Kalau ternyata belum mencukupi, maka akan kami kerja samakan juga dengan Gunungkidul dan Kulon Progo," ungkapnya.
Menurutnya, pematangan lahan di kawasan Piyungan yang akan dipakai kini tengah dilakukan.
Termasuk penyediaan air sebanyak 1.000 meter kubik.
Selain itu lahan seluas 5,7 hektar telah disiapkan khusus untuk lokasi PSEL, yang nantinya akan dioperasikan oleh pihak swasta.
"Kita memastikan lahan sudah siap. Untuk pematangan dan penyiapan sekitarnya memang membutuhkan biaya besar. Karena itu, koordinasi dengan pusat tetap berjalan, terutama soal teknis pemanfaatan program PSEL ini," jelasnya.
Baca Juga: Warungboto Jadi Percontohan, Pemkot Jogja Genjot Pengelolaan Sampah Organik di RTH Publik
Program PSEL, lanjutnya menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah yang terus meningkat di Yogyakarta dan sekitarnya.
Saat ini, Pemda DIY mencatat beban pengelolaan sampah di tingkat daerah semakin berat, baik dari sisi volume maupun pembiayaan.
Karena itu bila DIY tidak mengambil bagian dalam program ini, maka beban pengelolaan sampah akan sepenuhnya ditanggung daerah.
Padahal kemampuan daerah terbatas, termasuk dari sisi peralatan dan biaya.
"Karena itu, program ini sangat kita harapkan" ujarnya.
Selain menyiapkan pasokan sampah, kabupaten/kota juga diminta berpartisipasi dalam skema pembiayaan transportasi sampah ke lokasi PSEL.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi