- Edi Suharjono (ES), mantan Jogoboyo Maguwoharjo, divonis dua tahun penjara terkait Tipikor tanah kas desa dan mengajukan banding pada November 2025.
- Kuasa hukum ES menyoroti vonis yang lebih berat dari tuntutan jaksa serta hakim mengabaikan fakta kliennya tidak menerima uang Rp202,9 juta.
- Permohonan banding ini fokus pada pembuktian bahwa pengelolaan tanah kas desa menjadi lapangan mini soccer seharusnya berimplikasi administratif saja.
Argumentasi ini menggeser fokus dari dugaan korupsi ke ranah administratif, di mana kesalahan yang terjadi mungkin lebih pada prosedur pengelolaan aset desa daripada niat jahat untuk merugikan negara.
ES sendiri ditangkap pada 27 Mei 2025 silam bersama S (59), dukuh salah satu dusun di Kalurahan Maguwoharjo, dan N (50), danarta Kalurahan Maguwoharjo.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat desa dalam pengelolaan aset yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat.
Dengan pengajuan banding ini, tim kuasa hukum berharap majelis hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta dapat mempertimbangkan fakta persidangan secara lebih objektif dan jernih.
"Kami berharap hakim Pengadilan Tinggi lebih jernih, lebih cerdas, dan melihat fakta-fakta sidang yang sudah kami tuangkan dalam memori banding," tandas Zaki.
Masa depan hukum Edi Suharjono kini berada di tangan Pengadilan Tinggi, dan publik menantikan apakah kejanggalan yang diungkap kuasa hukum akan menemukan keadilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai