- Lima tempat ayam goreng legendaris di Yogyakarta, seperti Bu Tini (sejak 1967) dan Mbok Brek (sejak 1830), menawarkan variasi rasa khas.
- Tempat-tempat tersebut menyajikan ayam goreng dengan teknik berbeda, mulai dari baceman manis gurih hingga ayam kremes renyah dengan bumbu meresap.
- Kuliner ayam goreng ini menjadi bagian penting pengalaman wisata Jogja, menawarkan sejarah panjang dan cita rasa otentik pada harga bervariasi.
SuaraJogja.id - Akhir pekan selalu jadi waktu terbaik untuk kabur sebentar dari kesibukan. Kalau kamu sedang merencanakan weekend getaway ke Jogja, mungkin kamu sudah punya daftar destinasi seperti Malioboro, Kaliurang, atau Taman Sari.
Tapi ada satu misi penting yang tidak boleh terlewat saat liburan singkat ke Jogja, yaitu berburu kuliner legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun.
Jogja dikenal dengan gudegnya, tetapi banyak yang belum tahu bahwa kota ini juga punya deretan warung ayam goreng kampung yang rasanya benar benar bikin ketagihan. Mulai dari ayam bacem manis gurih sampai ayam kremes renyah, semuanya punya cerita dan sejarah panjang.
Kalau kamu sedang bingung mau makan apa di libur akhir pekan nanti, catat lima rekomendasi tempat ayam goreng legendaris berikut.
1. Ayam Goreng Bu Tini Sleman
Weekend ke Jogja sering terasa terlalu cepat, jadi mumpung masih hari pertama, mulai perjalanan kuliner kamu dari Sleman.
Di sana ada Ayam Goreng Butini, warung makan legendaris yang berdiri sejak tahun 1967 dan sampai sekarang selalu ramai setiap akhir pekan. Tempat ini jadi favorit wisatawan karena rasanya yang khas dan resep turun temurun.
Rahasia rasa yang tidak berubah ada pada proses baceman. Ayam kampung direndam lama dalam bumbu Jawa yang manis dan gurih sebelum digoreng hingga kulitnya kecokelatan dan renyah. Dagingnya lembut dan juicy, bumbunya terasa sampai ke tulang.
Selain ayam goreng, banyak pelengkap seperti tahu, tempe, ati ampela, oseng kangkung segar, sambal bawang, dan sambal terasi yang pedas khas. Harga mulai dari 30 ribu rupiah per potong, cocok untuk makan siang setelah tiba di Jogja.
Baca Juga: Pengemudi Brio Ngamuk di Sleman: Tiga Motor Diseruduk, Pikap Ikut Jadi Korban
2. Ayam Goreng Tojoyo 3 Gejayan
Kalau setelah check in hotel kamu ingin melanjutkan wisata kuliner malam, Tojoyo 3 di kawasan Gejayan bisa jadi pilihan tepat. Warung ini sudah ada sejak 1983 dan terkenal dengan menu ayam goreng kampung yang sederhana tetapi benar benar penuh cita rasa.
Kulitnya renyah kering, tetapi dagingnya tetap empuk dan lembut. Bumbu meresap sampai ke lapisan terdalam daging, membuat setiap gigitan penuh rasa gurih yang memuaskan.
Banyak tokoh publik juga sering mampir ke sini saat berada di Jogja, termasuk Axton Salim yang dikenal sebagai pecinta kuliner tradisional.
Harga mulai dari 25 ribu rupiah per potong dengan pilihan paha atau dada. Pilihan lauk tambahan seperti babat, paru, dan usus juga bisa jadi pendamping yang pas. Cocok banget buat makan malam hangat sebelum menikmati suasana Gejayan dan Kopi Jos.
3. Ayam Goreng Mbok Brek
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi