- Lima tempat ayam goreng legendaris di Yogyakarta, seperti Bu Tini (sejak 1967) dan Mbok Brek (sejak 1830), menawarkan variasi rasa khas.
- Tempat-tempat tersebut menyajikan ayam goreng dengan teknik berbeda, mulai dari baceman manis gurih hingga ayam kremes renyah dengan bumbu meresap.
- Kuliner ayam goreng ini menjadi bagian penting pengalaman wisata Jogja, menawarkan sejarah panjang dan cita rasa otentik pada harga bervariasi.
Weekend hari kedua cocok untuk kuliner yang sedikit lebih spesial bersama keluarga atau teman satu rombongan.
Ayam Goreng Mbok Brek punya sejarah panjang yang membuat tempat ini sangat ikonik. Berdiri sejak tahun 1830, warung ini bahkan pernah melayani Pangeran Diponegoro di masa perang. Sampai sekarang diwariskan ke generasi keenam tetapi cita rasanya tetap sama seperti dulu.
Menu andalannya adalah ayam goreng kremes. Ayamnya digoreng renyah dan dilapisi kremesan yang gurih serta wangi. Proses pengolahannya masih tradisional sehingga rasa orisinilnya terjaga.
Harga mulai dari 120 ribu rupiah per ekor dan sangat cocok untuk makan bersama keluarga. Jangan lupa sambal pedas khas Mbok Brek serta gudeg yang gurih manis untuk pelengkap.
4. Ayam Goreng Mbok Sabar
Kalau kamu mencari kuliner lokal dengan harga sangat bersahabat, Ayam Goreng Mbok Sabar adalah destinasi wajib. Berdiri sejak tahun 1966 dan menggunakan teknik baceman seperti Butini, tetapi racikan bumbunya lebih dominan bawang dan ketumbar sehingga aromanya khas dan rasanya dalam.
Tempat ini sering dipilih wisatawan karena rasanya benar benar memuaskan tanpa membuat kantong kaget. Dengan harga mulai dari 7 ribu rupiah per potong, kamu bisa makan enak sambil menikmati suasana Jogja yang sederhana dan hangat.
Lokasinya memang tidak sebesar restoran besar, tetapi pengalaman makannya sangat autentik. Cocok untuk makan siang ringan di perjalanan sebelum lanjut jelajah wisata.
5. Ayam Goreng Embah Cemplung Bantul
Baca Juga: Pengemudi Brio Ngamuk di Sleman: Tiga Motor Diseruduk, Pikap Ikut Jadi Korban
Di hari terakhir weekend, sebelum pulang, kamu bisa mampir ke Bantul untuk menikmati suasana pedesaan yang tenang. Ayam Goreng Embah Cemplung sudah ada sejak tahun 1970an dan terkenal dengan ayam goreng gurih empuk hasil marinasi panjang yang membuat bumbu meresap sampai ke daging terdalam.
Hidangan disajikan dengan sambal pedas dan lalapan segar. Kombinasi rasa pedas segar gurih membuat pengalaman makan terasa hangat dan menyenangkan. Harga mulai dari 40 ribu rupiah dan suasana tradisional pedesaan jadi bonus berharga sebelum kembali ke rutinitas.
Jika kamu tipe penjelajah kuliner yang suka mencari tempat makan lokal asli, Embah Cemplung wajib dipertimbangkan.
Weekend di Jogja bukan hanya tentang foto bagus di spot wisata. Kota ini mengajak kamu merasakan pengalaman budaya lewat hidangan yang sudah hidup lebih dari puluhan tahun. Lima rekomendasi ayam goreng di atas bukan sekadar tempat makan, tetapi bagian dari perjalanan rasa yang membuatmu semakin jatuh cinta pada Jogja.
Jadi, kalau kamu sedang merencanakan akhir pekan di Jogja, sudah tahu mau mulai dari mana. Siap berburu ayam goreng legendaris?
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat