- Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkap adanya kabupaten mengakali hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) di Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
- KPK mendeteksi pengondisian jawaban responden dengan membandingkan hasil survei, dokumen, dan kondisi lapangan yang sebenarnya.
- KPK berencana menggunakan teknologi digital dan AI untuk mendeteksi pola tidak wajar serta mengembangkan e-learning antikorupsi bagi lima juta ASN.
SuaraJogja.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap masih adanya daerah yang mencoba mengakali hasil Survei Penilaian Integritas (SPI).
Hal itu disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto saat acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
"Ini ada satu pengalaman di beberapa tahun sebelumnya, salah satu kabupaten itu mengkondisikan hasil survei [SPI]," kata Setyo.
Dalam satu contoh kasus itu, Setyo bilang bahwa satu daerah itu sengaja mengondisikan jawaban para responden SPI. Ia enggan mengungkap lebih jauh daerah yang mengakali survei tersebut.
Namun upaya nakal tersebut dilakukan dengan mengarahkan seluruh jajaran agar melaporkan setiap pesan WhatsApp dari KPK secara berjenjang.
Langkah pengondisian tersebut dirancang untuk memperbaiki skor integritas daerah tersebut.
Menurutnya, pola pengondisian tersebut sempat membuat skor SPI daerah itu terlihat baik. Namun KPK tetap mampu mendeteksi adanya ketidaksesuaian antara jawaban survei dan kondisi riil di lapangan.
KPK juga menilai dokumen pendukung yang disertakan tidak selaras dengan hasil survei.
Ia menambahkan bahwa proses verifikasi KPK dilakukan tidak hanya melalui hasil survei semata. Dilakukan pula pembandingan dengan dokumen serta kondisi lapangan.
Baca Juga: KPK Dalami Korupsi Kuota Haji di Era Gus Yaqut, Skandal Sebelum Tahun 2024 Terkuak
"Kami bandingkan dengan dokumen penyertanya, kami simpulkan bahwa ini adalah akalan-akalan. Setelah kami dalami ternyata betul, ada cipta kondisi bisa membuat skor dalam satu wilayah itu menjadi baik," ungkapnya.
Setyo menuturkan bahwa responden SPI tidak hanya berasal dari internal pegawai. Melainkan mencakup ahli, pihak eksternal, mantan pegawai, auditor, hingga aparat penegak hukum.
Untuk memperkuat integritas survei, KPK berencana memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Sehingga dapat mendeteksi pola tidak wajar secara lebih cepat.
Setyo meyakini digitalisasi akan membuat celah manipulasi semakin kecil. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa integritas tetap menjadi fondasi utama dalam pencegahan korupsi.
Upaya mengakali survei menurutnya menunjukkan bahwa masih ada pihak yang takut transparansi sebab memiliki sesuatu yang ingin ditutupi.
Untuk memperkuat ekosistem antikorupsi, KPK juga terus mengembangkan e-learning bagi ASN. Setyo menuturkan bahwa lebih dari lima juta ASN akan mengikuti pembelajaran daring terkait perilaku antikorupsi secara bertahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Siap Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi