- Nicolas Maduro, mantan sopir bus dan organisator buruh, kini memiliki kekayaan bersih diperkirakan $2 juta AS.
- Ia naik jabatan melalui dukungan Hugo Chávez, menjadi Presiden Venezuela sejak 2013 setelah memenangkan pemilu kontroversial.
- Kekuasaan Maduro berakhir pada awal 2026 setelah ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat di New York.
SuaraJogja.id - Nicolas Maduro, sosok politikus Venezuela yang namanya tak asing lagi di kancah politik global, memiliki kekayaan bersih sebesar 2 juta dolar AS.
Angka ini, yang bersumber dari Celebrity Net Worth, menjadi sorotan mengingat perjalanan hidupnya yang penuh liku dan kontroversi.
Dari seorang sopir bus di Caracas hingga menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh dan diperdebatkan dalam sejarah Amerika Latin modern, kisah Maduro adalah cerminan dari dinamika politik Venezuela yang kompleks.
Awal Mula dari Aktivisme Akar Rumput
Lahir pada 23 November 1962, Nicolas Maduro Moros adalah putra dari seorang pemimpin serikat pekerja terkemuka.
Meskipun klaim kelahirannya di Caracas masih menjadi perdebatan, ia memulai kehidupan publiknya sebagai seorang organisator buruh dan sopir bus untuk Metro Caracas.
Di sinilah ia membangun kredibilitas politiknya, mengorganisir para pekerja, dan membantu mendirikan serikat pekerja tidak resmi.
Pengalaman ini membentuk fondasi ideologisnya yang kuat, yang kemudian membawanya ke panggung politik nasional.
Pada awal tahun 1990-an, Maduro bergabung dengan Gerakan Bolivarian Revolusioner-200, sebuah gerakan yang mendukung Hugo Chávez.
Baca Juga: Sah! YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji Mulai 2026: Apa Dampaknya Bagi Jemaah dan Ekonomi Lokal?
Ia aktif berkampanye untuk pembebasan Chávez setelah upaya kudeta yang gagal, dan kemudian membantu mendirikan Gerakan Republik Kelima, kendaraan politik yang mengembalikan Chávez ke tampuk kekuasaan.
Loyalitas dan dedikasinya kepada Chávez menjadikannya figur yang dapat diandalkan dalam lingkaran dalam.
Kebangkitan di Pemerintahan dan Era Chávez
Maduro memasuki politik nasional setelah pemilihan Hugo Chávez. Pada tahun 1998, ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Venezuela, kemudian menjabat di Majelis Konstituen Nasional pada tahun 1999 dan Majelis Nasional mulai tahun 2000.
Kariernya menanjak pesat; pada tahun 2005, ia terpilih sebagai presiden Majelis Nasional, dan pada tahun 2006 diangkat sebagai menteri luar negeri, jabatan yang dipegangnya selama enam tahun.
Puncaknya, pada tahun 2012, Chávez menunjuk Maduro sebagai wakil presiden dan, sesaat sebelum kematiannya, secara terbuka menunjuknya sebagai penggantinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM