- Kejari Sleman mengindikasikan penetapan tersangka baru dalam korupsi dana hibah pariwisata berdasarkan alat bukti yang cukup.
- Penetapan tersangka baru ini berdasarkan penerapan Pasal 55 KUHP mengenai penyertaan tindak pidana korupsi pariwisata.
- Penyidikan berjalan paralel tanpa menunggu putusan inkrah dari satu terdakwa yang saat ini sedang disidangkan.
SuaraJogja.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman memberikan sinyal kuat mengenai penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman. Hal ini tak lepas dari penyidik yang telah berhasil mengumpulkan alat bukti yang memadai.
Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto, memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi minimal dua alat bukti yang diperlukan untuk menjerat pihak lain yang terlibat.
Ia menegaskan tidak ada kendala berarti dalam proses penetapan status hukum calon tersangka baru tersebut.
"Insyaallah kami sudah memiliki barang bukti yang cukup ya. Insyaallah saat ini sudah memiliki barang bukti yang cukup untuk melakukan penetapan terhadap tersangka yang selanjutnya," kata Bambang ditemui di Kejari Sleman, Senin (26/1/2026).
Dipaparkan Bambang bahwa penetapan tersangka baru ini merupakan konsekuensi logis dari penerapan Pasal 55 KUHP tentang penyertaan tindak pidana.
Artinya, kasus ini tidak berhenti pada satu tersangka saja. Melainkan akan menyasar pihak-pihak lain yang turut serta melakukan perbuatan melawan hukum.
"Pasti (ada tersangka baru) karena ada Pasal 55 yang dalam hal ini kami menetapkan Pasal 55 pasti ada yang selanjutnya siapa yang terkait terhadap permasalahan ini," ucapnya.
Terkait waktu penetapan, Bambang menegaskan tidak perlu menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah) terhadap terdakwa yang sedang disidangkan saat ini. Proses penyidikan berjalan paralel dengan fakta-fakta persidangan yang sedang berlangsung.
Adapun saat ini satu terdakwa yang sudah disidangkan dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman tahu 2020 lalu adalah eks Bupati Sleman Sri Purnomo.
Baca Juga: Mengerikan! Batu Menggelinding dari Tebing, Gudang Rumah Warga di Sleman Jebol
Meski demikian, disampaikan Bambang bahwa tim penyidik tetap bekerja cermat dengan melakukan penelaahan ulang terhadap seluruh bukti. Fakta-fakta yang terungkap di persidangan terdakwa sebelumnya turut dijadikan bahan pertimbangan untuk memperkuat konstruksi hukum terhadap tersangka baru nanti.
"Kemudian alat bukti-alat bukti yang ada ini kan kami juga harus meyakinkan lagi, harus melakukan penelaahan lagi. Nah itu berproses, pada prinsipnya hanya masalah teknis saja tidak ada kendala yang signifikan, enggak ada," ujarnya.
Mengenai kapan tanggal pasti pengumuman tersebut, Bambang enggan memberikan janji spesifik. Termasuk siapa sosok yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka baru.
"Untuk kapannya, doakan saja secepatnya. Mudah-mudahan dalam jangka waktu yang tidak (lama), saya tidak mau berandai-andai," tegasnya.
Di akhir keterangannya, Bambang menjamin independensi Kejaksaan dalam menangani kasus yang menyita perhatian publik Sleman ini. Ia menekankan bahwa penegakan hukum dilakukan secara objektif tanpa tendensi politik atau keberpihakan kepada siapapun.
"Pada prinsipnya saya berkomitmen tetap bahwa untuk melakukan penanganan perkara itu secara objektif ya, secara objektif tidak ada kepentingan apapun ya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia