- Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersaksi di PN Yogyakarta pada 23 Januari 2026 terkait dana hibah pariwisata 2020.
- Harda membantah pertemuan dengan putra terdakwa dan mengaku tidak tahu SK penerima dana hibah tahun itu.
- Hakim menjadwalkan konfrontasi seluruh saksi karena terdapat perbedaan keterangan signifikan antara Harda dan terdakwa.
SuaraJogja.id - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman semakin memanas. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Yogyakarta pada Jumat (23/1/2026).
Harda diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Sekda Sleman dan Ketua Tim Pelaksana Penyaluran Dana Hibah Pariwisata tahun 2020. Kehadirannya justru membuka kotak pandora penuh bantahan dan konfrontasi.
Berikut adalah 7 fakta panas yang terungkap dari persidangan tersebut:
1. Harda Kiswaya Diperiksa sebagai Saksi Kunci
Bupati Sleman Harda Kiswaya menjadi saksi penting dalam kasus yang menjerat mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, sebagai terdakwa.
Harda diperiksa karena pada tahun 2020, ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman sekaligus Ketua Tim Pelaksana Penyaluran Dana Hibah Pariwisata.
Ini bukan kali pertama Harda diperiksa, sebelumnya ia sudah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Sleman pada April 2025.
2. Harda Bantah Keterangan Putra Terdakwa soal Pertemuan Khusus
Titik panas pertama muncul ketika Majelis Hakim mencecar Harda terkait keterangan Raudi Akmal, putra terdakwa sekaligus anggota DPRD Sleman.
Baca Juga: Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Raudi sebelumnya mengaku pernah bertemu Harda dan mendiang Kunto Riyadi (Kepala Bappeda Sleman kala itu) di ruang Smart Room Pemkab Sleman untuk membahas dana hibah pariwisata. Namun, Harda dengan tegas membantah adanya pertemuan tersebut.
"Tidak pernah Yang Mulia," jawab Harda singkat, membuat hakim mengingatkan tentang pertaruhan kebenaran di bawah sumpah.
3. Hakim Ungkap Bukti Digital Percakapan WhatsApp
Meskipun Harda membantah, hakim tidak berhenti. Majelis hakim mengungkapkan adanya bukti digital berupa percakapan WhatsApp yang dikantongi penyidik kejaksaan.
Percakapan itu menyebutkan bahwa proposal titipan Raudi Akmal akan dilaporkan atau dikoordinasikan dengan Sekda. Bukti ini dinilai jaksa bertolak belakang dengan ketidaktahuan Harda mengenai proposal-proposal tersebut.
4. Harda Mengaku Tidak Tahu SK Bupati dan Laporan Dana Hibah
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi
-
Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan
-
Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan