- Demo di Yogyakarta pada Selasa (24/2/2026) dipicu kematian remaja 14 tahun akibat kekerasan oknum aparat di Maluku.
- Massa berhasil merobohkan gerbang timur Polda DIY dan mencoret tembok dengan pesan-pesan radikal sebagai ekspresi kekecewaan.
- Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung spontan, tanpa tuntutan tertulis resmi, dan sempat diwarnai kepanikan akibat ledakan misterius.
UD menegaskan, "Masyarakat Yogyakarta menyadari bahwa persoalan ini bukan sekadar perilaku oknum, melainkan masalah institusional. Aksi hari ini adalah wadah bagi kami untuk meluapkan kekecewaan mendalam tersebut."
4. Aksi Organik Tanpa Tuntutan Tertulis dan Panggung Orasi
Uniknya, aksi unjuk rasa ini tampil berbeda dari demonstrasi pada umumnya. Massa bergerak secara organik tanpa membawa draf tuntutan tertulis maupun menyediakan panggung orasi.
"Kami tidak membawa tuntutan resmi, tidak ada draf tuntutan, bahkan tidak menyediakan panggung orasi. Aksi ini benar-benar berjalan secara spontan," ujar UD.
Pergerakan ini bersifat sangat cair (fluid) dan tidak terikat pada struktur organisasi formal manapun.
Massa juga tidak menetapkan susunan acara maupun batasan waktu dalam menduduki area Mapolda DIY, menunjukkan spontanitas dan kemarahan yang murni dari berbagai latar belakang, mulai dari warga sipil hingga mahasiswa dari UGM, UNY, dan UPN Veteran Yogyakarta.
5. Ledakan Misterius Memicu Kepanikan Massa
Situasi yang sudah tegang semakin mencekam sekitar pukul 19.55 WIB. Massa yang semula menduduki area gerbang timur dilaporkan kocar-kacir dan berhamburan menyelamatkan diri. Kepanikan tersebut dipicu oleh suara ledakan keras yang terdengar dari arah kerumunan.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab ledakan maupun jenis benda yang meledak di tengah aksi tersebut. Ratusan massa yang sebelumnya bertahan di depan gerbang yang telah roboh tampak berlarian ke arah barat dan timur jalur Ring Road Utara.
Baca Juga: Imbas Jembatan Kewek Ditutup, Polisi Siapkan Skema Dua Arah di Sekitar Gramedia-Bethesda
Suasana di lokasi menjadi semakin riuh oleh teriakan massa yang panik, dan arus lalu lintas di depan Polda DIY telah dialihkan sepenuhnya guna menjamin keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais