- Dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Yogyakarta, yang terungkap melalui media sosial.
- Orang tua melaporkan anak mereka mengalami lebam, cakaran, dan dikurung di kamar mandi oleh pengasuh daycare tersebut.
- Polresta Yogyakarta saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di lokasi tersebut.
SuaraJogja.id - Kasus kekerasan terhadap anak terjadi di sebuah tempat penitipan anak, Daycare Little Aresha di Sorosutan, Kota Yogyakarta.
Sejumlah orang tua mulai angkat suara setelah muncul laporan anak-anak mereka yang mengalami lebam, bekas cakaran hingga dugaan perlakuan tidak layak dari pengasuh.
Kasus ini mencuat setelah informasi mengenai kondisi di dalam daycare tersebut ramai beredar di media sosial (sosmed).
Sejumlah orang tua kemudian mendatangi lokasi dan mempertanyakan keselamatan anak-anak mereka yang selama ini dititipkan di tempat tersebut, Sabtu (25/4/2026).
Namun mereka tidak bisa menemui pengelola. Daycare tertutup dan dipasang garis polisi. Tidak ada aktivitas apapun di rumah tersebut.
Salah satu orang tua siswa, Kartika mengaku, anaknya yang masih berusia tiga tahun sempat mengalami lebam di bagian lutut. Awalnya ia mengira luka tersebut disebabkan karena anaknya jatuh saat bermain.
"Yang kemarin saja, sekitar seminggu lalu ada lebam. Saya pikir lebam karena jatuh. Bayangan saya mungkin terdorong temannya. Lebamnya di lutut kanan, tapi sekarang sudah hilang," jelasnya.
Ia mengatakan anaknya sudah hampir setengah tahun dititipkan di daycare tersebut karena speech delay. Selama ini ia tidak menaruh kecurigaan karena pihak daycare rutin mengirimkan laporan aktivitas harian anak kepada orang tua.
"Setiap hari ada laporan kegiatan anak. Jadi saya pikir anak saya baik-baik saja, tidak ada pikiran negatif," jelasnya.
Baca Juga: Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
Namun sejak awal sebenarnya warga Imogiri ini sempat ragu karena di dalam daycare tidak tersedia kamera pengawas (CCTV) yang bisa diakses oleh orang tua.
"Waktu pertama memasukkan anak ke sini saya agak ragu karena tidak ada CCTV. Kalau di daycare lain ada CCTV dan orang tua bisa memantau lewat web, tapi biayanya memang lebih mahal," jelasnya.
Kesaksian lain datang dari seorang nenek korban bernama Sri Buseri (63), warga Kotagede. Ia mengatakan cucunya yang berusia empat tahun sempat mengaku dikunci di kamar mandi oleh pengasuh. Cucunya telah dititipkan di daycare tersebut selama sekitar satu tahun dengan biaya sekitar Rp1,5 juta per bulan.
"Begitu kemarin ada penggerebekan itu, cucu saya langsung dibawa pulang sama anak saya," ungkapnya.
Sri juga sempat merekam video saat menjemput cucunya di gerbang daycare. Saat itu ia melihat kondisi pipi cucunya memerah. Saat ditanya, cucu Sri juga membenarkan cerita tersebut.
"Cucu saya waktu saya jemput pipinya merah begini. Terus dia bilang katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi. Aku main nggak boleh, nggak boleh main. Terus aku dikunci di kamar mandi," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Libur Lebaran Maju ke Maret, Kunjungan Wisatawan Sleman Triwulan I 2026 Melonjak
-
OJK DIY Tegaskan Teror Order Pinjol Fiktif Ambulans Masuk Unsur Penipuan, Minta Korban Lapor Polisi
-
Migrasi Nonsubsidi, Pengecer di Jogja Mulai Khawatir: Harga Naik dan Stok Gas Melon Menipis
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
BRILink Agen Mekaar Bertransformasi Jadi Motor Ekonomi dan Lifestyle Micro Provider
-
Berawal dari Ijazah Ditahan, Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
-
Bukan Sekadar Luka, Video Buktikan Anak-anak di Daycare Little Aresha Diikat Tanpa Baju
-
Balita Dikunci di Kamar Mandi: Kisah Horor di Balik Pintu Daycare Little Aresha Yogyakarta
-
Ekuitas BRI Mencapai Rp330,9 Triliun di Tengah Pembagian Dividen