- Dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Yogyakarta, yang terungkap melalui media sosial.
- Orang tua melaporkan anak mereka mengalami lebam, cakaran, dan dikurung di kamar mandi oleh pengasuh daycare tersebut.
- Polresta Yogyakarta saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di lokasi tersebut.
Sri mengaku sangat marah mengetahui dugaan perlakuan tersebut terhadap cucunya. Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
"Saya kesel sekali, Pak. Masa anak cucu saya diperlakukan begitu. Saya pasrah saja sama polisi," ujarnya.
Orang tua lain, Aldewa (30), warga Pujokusuman, awalnya tidak menyadari ada masalah. Ia dan istrinya memilih daycare tersebut karena keduanya bekerja dengan jadwal yang tidak menentu.
"Rumah saya dekat Pujokusuman, saya dan istri sama-sama kerja. Tidak ada yang menjaga anak, jadi kami cari alternatif daycare," katanya.
Menurut dia, tempat tersebut dipilih karena dinilai cukup terjangkau. Selain itu memiliki ulasan yang cukup baik di media sosial.
"Harganya sekitar Rp1,5 juta sebulan. Saya pikir juga amanah karena di media sosial komentarnya bagus-bagus,” ujarnya.
Namun Aldewa mengaku heran setelah belakangan kasus dugaan kekerasan itu ramai diperbincangkan. Ia mulai mengingat kembali perubahan perilaku anaknya yang sering menangis ketika akan berangkat ke daycare.
"Sudah setengah tahun lebih anak saya di sini. Kalau pagi mau sekolah selalu nangis. Saya pikir biasa saja, takut sama orang tua," ungkapnya.
Meski begitu, setiap tiba di daycare anaknya selalu disambut oleh pengasuh dengan ramah. Tangisan anaknya tersebut langsung berhenti.
Baca Juga: Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
"Begitu sampai di sana disambut miss-nya, ramah sekali. Anak saya langsung diam," jelasnya.
Informasi yang beredar menyebut dugaan kekerasan di daycare tersebut pertama kali terungkap setelah adanya rekaman yang diunggah oleh seseorang yang diduga pernah bekerja di tempat tersebut.
"Katanya ada pegawai baru yang tidak tahan melihat kejadian itu lalu melaporkan," kata Aldewa.
Ia berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban.
"Saya yakin tidak semuanya jahat. Mungkin ada satu dua yang baik tapi tidak berani bicara," ujarnya.
Aldewa berharap ada penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas di dalam daycare tersebut, termasuk memastikan siapa saja pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kekerasan terhadap anak-anak. Saat ini Polresta Yogyakarta tengah melakukan penyelidikan kasus ini.
Berita Terkait
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Libur Lebaran Maju ke Maret, Kunjungan Wisatawan Sleman Triwulan I 2026 Melonjak
-
OJK DIY Tegaskan Teror Order Pinjol Fiktif Ambulans Masuk Unsur Penipuan, Minta Korban Lapor Polisi
-
Migrasi Nonsubsidi, Pengecer di Jogja Mulai Khawatir: Harga Naik dan Stok Gas Melon Menipis
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
Polisi Rekonstruksi Kasus Little Aresha, Orang Tua Minta 13 Tersangka Dihukum Berat
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset