- Ratusan buruh di Yogyakarta menggelar unjuk rasa pada 1 Mei 2026 untuk menuntut kenaikan upah serta kesejahteraan.
- Pekerja mendesak pemerintah agar upah minimum segera disesuaikan dengan standar kebutuhan hidup layak sebesar empat juta rupiah.
- Buruh menuntut penghapusan sistem kontrak dan revisi undang-undang ketenagakerjaan demi menjamin perlindungan serta kesejahteraan pekerja yang lebih baik.
SuaraJogja.id - Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei atau May Day di Yogyakarta kembali diwarnai aksi unjukrasa. Ratusan buruh dan pekerja melakukan aksi unjukrasa di sejumlah titik, Jumat (1/5/2026).
Tuntutan kenaikan upah dan peningkatan kesejahteraan pekerja masih jadi isu yang disuarakan dalam aksi Hari Buruh tahun ini. Sebab bagi sebagian besar buruh dan pekerja, persoalan ini bukan hal baru.
Mereka mengaku sudah bertahun-tahun menyuarakan tuntutan yang sama. Namun perubahan yang dirasakan masih sangat minim.
Di Yogyakarta misalnya, kondisi tingginya biaya hidup dengan upah yang minimum dirasakan para pekerja. Sebut saja Wahyudi, pekerja servis mesin jahit salah satu toko.
Ia mengaku penghasilan yang ia terima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga harus mencari tambahan dengan membuka jasa servis mesin jahit keliling.
"UMR Jogja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi saya harus cari tambahan dengan servis mesin keliling," ujarnya.
Dalam sekali servis, Wahyudi biasanya mendapat bayaran antara Rp20 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung tingkat kerusakan mesin jahit yang diperbaiki. Namun panggilan servis tidak selalu datang setiap hari.
"Seminggu panggilan servis tidak lebih dari lima kali," katanya.
Pendapatan tambahan yang tidak menentu itu membuat kondisi ekonomi keluarganya tetap pas-pasan. Namun warga Bantul ini tetap menjalani pekerjaan tersebut demi menutup kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Baca Juga: Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 9 Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta Resmi Dibatalkan
"Ya mau gimana lagi, demo juga tidak didengar-dengar selama ini," ungkapnya.
Sementara Ketua Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsyad Ade Irawan, mengatakan upah buruh di DIY hingga kini memang masih jauh dari standar kebutuhan hidup layak (KHL).
Karenanya selama ini aksi buruh dalam peringatan May Day bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk desakan agar pemerintah benar-benar memperhatikan kesejahteraan pekerja.
"Setiap tahun buruh menyuarakan hal yang sama, yaitu kenaikan upah dan perlindungan kerja yang lebih baik. Tetapi kenyataannya, upah di Yogyakarta masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak," tandasnya.
Berdasarkan survei internal serikat buruh, kebutuhan hidup layak di Yogyakarta saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp4 juta per bulan.
Angka tersebut dinilai masih cukup jauh dari upah minimum yang berlaku saat ini saat semua kabupaten/kota menerapkan Upah Minimum Propinsi (UMP) DIY yang hanya sebesar Rp 2.417.495.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Peringatan Dini BMKG: Akhir Pekan di Jogja Berpotensi Hujan Badai Petir dan Angin Kencang
-
Wajib Coba! 7 Kuliner Legendaris Jogja Paling Dicari Wisatawan, Lengkap Pagi hingga Malam
-
BBRI Masih Menarik di Tengah Tekanan Saham Bank, Fundamental Kuat Jadi Andalan
-
UMP Jogja Masih Rendah, Buruh Lelah Suarakan Kenaikan Upah dan Kesejahteraan saat May Day
-
Sahid Tour Siap Berangkatkan 492 Jamaah Haji, Beri Bekal Lewat Program Manasik 3 Hari