Aksi Mogok Makan di Kantor Grab Jogja Berakhir, Pendemo: Baru Ada 3 Solusi

Chandra Iswinarno
Aksi Mogok Makan di Kantor Grab Jogja Berakhir, Pendemo: Baru Ada 3 Solusi
Dua orang mogok makan di depan Kantor Grab Yogyakarta, Kamis (24/10/2019). [Harian Jogja]

Sebelumnya, dua peserta mogok makan lainnya dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas dan sakit perut.

Suara.com - Aksi mogok makan yang dilakukan Front Independent Driver Online Indonesia di depan Kantor Grab Yogyakarta sejak Selasa (22/10/2019) berakhir pada Sabtu (26/10/2019). Beberapa peserta yang menggelar aksi mogok makan dilarikan ke rumah sakit karena kritis.

Presiden Front Independent Driver Online Indonesia (Front Indonesia) Sabar M Sihaloho mengaku menjadi peserta terakhir yang mogok makan di depan Kantor Grab Yogyakarta pada Sabtu.

“Di hari kelima, saya dievakuasi. Teman-teman saya yang mengevakuasi, karena kondisi saya saat itu sudah kritis,” ucapnya seperti diberitakan Harian Jogja-jaringan Suara.com pada Rabu (30/10/2019).

Selama sehari semalam, Sabar mendapat perawatan di Rumah Sakit Panti Rini. Meski telah melakukan aksi mogok makan, Sabar mengaku belum ada satu pun perwakilan Grab Indonesia yang menghubunginya. Sedangkan, Kantor Grab Yogyakarta kemudian dibuka kembali pada Senin (28/10/2019).

Sebelumnya, dua peserta mogok makan lainnya dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas dan sakit perut.

“Saya menilai bahwa mereka (Grab Indonesia) tidak peduli dan hanya tetap mementingkan kepentingan perusahaan ketimbang mitranya. Padahal, semua tuntutan kami adalah untuk kebaikan bersama," ujar Sabar.

Aksi yang dilakukan Front Indonesia tersebut berisi tujuh tuntutan, namun Sabar mengatakan hanya ada tiga poin yang dikonfirmasi kejelasan solusinya oleh Grab Indonesia.

Tiga poin tersebut meliputi penghapusan sistem skema yang dianggap diskriminatif dan tidak transparan dari Grab, penghapusan potongan tambahan dari koperasi dan pemerataan order pada sesama mitra.

“Untuk ketiga poin itu, Grab memberi konfirmasi bersedia memperbaiki sistem,” kata Sabar.

Sementara itu, Public Relations Manager Grab Indonesia Andre Sebastian mengatakan, dari tuntutan yang dilayangkan peserta aksi kepada Grab Indonesia, semuanya sudah diberikan tawaran solusi.

“Jawaban kami selalu konsisten. Sudah diberikan jawaban dan solusinya. Kami juga komunikasikan dengan mitra pengemudi. Apabila ingin menjadi mitra Grab ini peraturannya. Kemarin kami juga sudah membuka dialog sebelum memutuskan,” katanya.

Andre melanjutkan, selama kantor ditutup berdampak pada mitra pengemudi lain dan karyawan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS