Terduga Pembunuh Ayu Selisa Pernah Mencoba Bunuh Diri Hingga Empat Kali

Penemuan kerangka di Bangunjiwo menyisakan sejumlah fakta menyesakkan.

Galih Priatmojo
Jum'at, 27 Desember 2019 | 19:30 WIB
Terduga Pembunuh Ayu Selisa Pernah Mencoba Bunuh Diri Hingga Empat Kali
Tiga petugas kepolisian mengecek tempat penemuan kerangka manusia di Dusun Karangjati, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Senin (23/12/2019) - (SUARA/Baktora)

SuaraJogja.id - Kasus penemuan kerangka manusia di rumah Waluyo 65 di Dusun Karangjati RT 07 desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul telah terkuak. Kerangka manusia tersebut adalah Ayu Selisa, yang tidak lain adalah menantu dari pemilik rumah Waluyo.

Belum ada kepastian apakah Ayu Selisa meninggal karena dibunuh oleh Edi Susanto atau suami dari Ayu Selisa. Edi Susanto sendiri telah meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya tanggal 11 November 2019 yang lalu.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyana menuturkan dalam pemeriksaan terhadap keluarga dari Edi Susanto terkuak jika sebelum meninggal gantung diri tanggal 11 November yang lalu Edi pernah juga berniat gantung diri tak hanya satu kali. Tidak ada sesuatu yang jelas yang diketahui oleh pihak keluarga alasan kenapa Edi berniat bunuh diri.

Ilsutrasi kronologi penemuan kerangka manusia di Bangunjiwo Bantul - (SUARA/Iqbal)
Ilsutrasi kronologi penemuan kerangka manusia di Bangunjiwo Bantul - (SUARA/Iqbal)

"Dari keterangan keluarga Edi sudah berniat bunuh diri sebanyak 3-4 kali,"paparnya, Jum'at (28/12/2019).

Baca Juga:5 Fakta Mengejutkan Sosok Ayu Seli yang Ditemukan di Septik Tank Bantul

Kapolres menuturkan bahkan sebelum Edi ditemukan meninggal dunia gantung diri, ada perilaku yang aneh yang sempat ditunjukkan oleh yang bersangkutan. Sehari sebelum Edi gantung diri dirinya mengajak Ayah kandungnya yaitu Waluyo untuk salat berjamaah.

Padahal selama ini keduanya dikenal tidak memiliki hubungan yang harmonis. Keduanya diketahui kerap bertengkar tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu ajakan sholat berjamaah tersebut merupakan sesuatu yang aneh bagi pihak keluarga.

"Iya, katanya sempat sholat berjamaah dengan anaknya," tuturnya.

Sebelum meninggal dunia nampaknya Edi telah menulis surat wasiat yang ditinggalkan untuk pihak keluarganya. Surat tersebut mengatakan jika Edi ingin menyusul kakeknya dan juga istrinya, Ayu Selisa. Surat wasiat inilah yang menjadi petunjuk bagi aparat kepolisian untuk menguat penemuan kerangka manusia tersebut.

"Kasat Reskrim berkesimpulan jika dalangnya adalah Edi," katanya.

Baca Juga:Harga Tiket Masuk Tempat Wisata di Bantul Terbaru

Kontributor : Julianto

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak