Konvoi ke Mapolda DIY, FKOR Minta Klitih Segera Diberantas

Galih Priatmojo
Konvoi ke Mapolda DIY, FKOR Minta Klitih Segera Diberantas
Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar menemui ratusan ormas dan relawan yang tergabung dalam FKOR dalam aksi damai mendukung polisi memerangi klitih di Mapolda DIY, Senin (3/2/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Sejumlah korban klitih terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir.

SuaraJogja.id - Penganiyaan tanpa motif yang kembali marak terjadi di wilayah DI Yogyakarta menjadi perhatian publik saat ini. Setelah banyak korban dari pihak anak SMA, kini giliran driver ojek online yang jadi sasaran.

Hal tersebut menyulut Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Yogyakarta turun tangan. Mereka berusaha menjalin komunikasi kepada Kepolisian Daerah (Polda) DIY serta meminta lebih serius dalam menuntaskan masalah klitih.

Aksi dukungan serta upaya FKOR, ditunjukkan dengan pawai motor ke Mapolda DIY, Senin (3/1/2020) pukul 14.00 wib dari Taman Kuliner Condong Catur. Ratusan ormas serta relawan yang tergabung dalam berbagai kelompok berkumpul di lapangan mapolda setempat untuk bertemu dengan Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar.

"Kedatangan kami untuk memberi dukungan sekaligus mendesak kepada polisi dalam menangani kasus klitih ini lebih serius. Pasalnya polisi sudah maksimal menangani pelaku-pelaku ini tapi masih saja muncul pelaku lainnya," terang Sekjen FKOR, Waljito kepada wartawan.

Pihaknya menambahkan kehadiran FKOR merupakan salah satu kepedulian masyarakat untuk mencari formula baru dalam menekan masalah klitih agar tak menimbulkan korban yang sedang atau bertugas di jalan.

"Jadi kami akan bersinergi dengan polisi. Selain itu juga akan dibuat aturan sesuai dengan arahan gubernur yang ke depan menjadi aturan gubernur terkait masalah penganiyaan ini. Dari mulai pencegahan, penanganan serta rehabilitasi terhadap pelaku klitih," ujar dia.

Waljito menyontohkan, bentuk aturan-aturan tersebut antara lain, ada waktu batasan jam malam yang diperbolehkan pelajar keluar malam.

"Nanti selain dengan polisi akan berkerjasama dengan stakeholder bahkan dinas lain seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berpatroli. Memang tak bisa dipungkiri, pelaku ini didominasi oleh anak-anak di bawah umur dan pelajar," terangnya.

Tak berhenti di sana, FKOR juga mengaku siap melakukan patroli untuk mengamankan dan menciptakan rasa aman masyarakat saat berada di malam hari.

"Kami siap membantu pihak aparat untuk melakukan pengamanan. Namun saat ini masih dalam formula bagaiamana kami bisa hadir saat petugas melakukan patroli. Artinya permintaan kami untuk menanggapi kasus klitih ini bisa diselesaikan oleh berbagai pihak," tambah Waljito.

Tak hanya soal pencegahan. Penanganan dan rehabilitasi juga menjadi perhatian FKOR, menyusul para pelaku diketahui tergabung dalam kelompok atau geng sekolah.

"Tentunya dari berbagai aspek (pencegahan, penanganan dan rehabilitasi) nantinya kami ikut membantu. Kasus ini sudah meresahkan masyarakat Yogyakarta. Ditambah lagi mencari teror saat warga berada di jalan malam hari," tutur dia.

Sementara Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar mengapresiasi dukungan masyarakat yang tergabung dalam FKOR terhadap kepedulian untuk menyelesaikan kejahaatan jalanan itu. 

"Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat untuk membantu polisi dalam menyelesaikan masalah ini. Sebenarnya ini jangan disebut klitih, tapi kejahatan jalanan. Melihat kejadian di Kulonprogo beberapa waktu lalu itu hanya dendam tertentu," kata dia.

Asep menambahkan bahwa masalah kejahatan jalanan ini sudah dibicarakan bersama Gubernur DIY, Sri Sultan HB X untuk membentuk kelompok kerja (Pokja).

"Pak Gubernur juga telah menyampaikan bakal membut Pokja dalam menyelesaikan masalah ini. Artinya polisi akan terus mengawal dan tetap melakukan patroli dalam menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat," ungkap Asep.

Sebelum FKOR Yogyakarta bergerak, mereka mendesak polisi untuk lebih memperhatikan kasus penganiyaan di jalan raya ini, pihak driver ojek online yang tergabung dalam Koordinasi Antar Driver Online (Kado) juga meminta polisi lebih serius menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya pada Sabtu (1/2/2020) seorang driver ojek online, Enrico Kristanto menjadi korban penganiyaan hingga mengalami luka serius di bagian wajah saat mengantar penumpang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS