Bahas Teknologi Pesawat Tempur Mandiri, Sutrisno Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Sutrisno dikukuhkan sebagai Guru Besar setelah menekuni bidang dinamika fluida-aerodinamika dan energi selama 35 tahun.

Galih Priatmojo
Selasa, 17 Maret 2020 | 09:57 WIB
Bahas Teknologi Pesawat Tempur Mandiri, Sutrisno Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Dosen Fakultas Teknik, Prof Sutrisno dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM. [ugm.ac.id ]

SuaraJogja.id - Dosen Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Sutrisno, MSME., Ph.D, dikukuhkan sebagai guru besar. Dosen yang mengampu di Departemen Teknik Mesin dan Industri tersebut ditetapkan sebagai guru besar seusai menyampaikan pidatonya berjudul Prospek Pengembangan Teknologi Pertahanan dan Energi di Indonesia, Senin (16/3) di Balai Senat UGM.

Menekuni bidang dinamika fluida-aerodinamika dan energi selama 35 tahun, suami dari Endang Tri Purwaningsih ini berharap dari bidang ilmunya dengan segala pemikirannya mampu membantu memecahkan permasalahan pemerintah yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, energi dan pertahanan.

"Pada pidato ini saya menekankan pada pengembangan teknologi pertahanan dan energi. Pidato di bidang ini saya sampaikan dengan alasan prospek proyek kemajuan pengembangan teknologi pesawat tempur dan turbin adalah yang paling menjanjikan bagi kemajuan bangsa Indonesia dalam masa sekarang ini," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi pesawat tempur dan teknologi turbin angin memiliki dasar pemikiran ilmu dinamika fluida yang sama dan saling berkaitan. Sementara di bidang energi baru terbarukan di Indonesia mulai dikembangkan.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Sebagian Sleman Berpotensi Diguyur Hujan

Sat ini pemerintah menargetkan porsi energi baru terbarukan di Indonesia pada tahun 2025 dan akan mencapai 23 persen dari total bauran energi nasional. Dengan mulai terbatasnya energi fosil baik bahan bakar minyak, gas dan batu bara mengharuskan setiap negara mulai mengembangkan energi baru dan terbarukan mulai dari tenaga angin, arus laut, hingga tenaga matahari.

"Indonesia telah memiliki pembangkit listrik tenaga bayu atau angin menggunakan kincir angin raksasa diantaranya di desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan," urainya.

Terkait pengembangan teknologi pesawat tempur dan turbin angin untuk kemajuan Indonesia, kata Sutrisno, prospek pengembangannya dapat dilakukan bangsa Indonesia, baik pada industri besar maupun di skala laboratorium serta dalam kampus di usaha kecil dan menengah (UKM). Mereka diyakini dapat menghasilkan produk-produk teknologi pertahanan dan teknologi turbin angin untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Indonesia.

"Seperti simulasi Sukhoi SU-30 di laboratorium kami telah bisa menggambarkan kemampuan model Sukhoi SU-30 menghindari pengejaran musuh dengan manuver misal manuver Pugachev Cobra. Gerakan ini menggambarkan saat dikejar musuh, menggunakan mekanisme mengangkat hidung pesawat hingga sudut angle of attack," paparnya.

Baca Juga:Lapas Sleman Terapkan Lockdown, Kunjungan Ditutup

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak