Dinkes Bantul Lacak Orang yang Kontak Fisik dengan Pasien Positif Corona

Penelusuran dilakukan dengan bantuan dari Puskesmas terkait.

M Nurhadi
Kamis, 26 Maret 2020 | 05:00 WIB
Dinkes Bantul Lacak Orang yang Kontak Fisik dengan Pasien Positif Corona
Gerbang depan RSU Panembahan Senopati Bantul - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melacak warga yang mempunyai riwayat kontak fisik dengan dua pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 pada 25 Maret 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, mengatakan, pada Rabu ini dilaporkan tambahan dua pasien terkonfirmasi positif COVID-19, satu pasien dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati dan satu lainnya di Rumah Sakit Panti Rapih.

"Untuk (pasien) yang dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati sudah ditindaklanjuti oleh puskesmas setempat. Sedangkan (pasien) yang di Rumah Sakit Panti Rapih baru kita sampaikan ke puskesmas, kemungkinan besok dilakukan penelusuran (tracking)," ujar Sri Wahyu melansir dari Antara.

Dia mengatakan, dua pasien positif tersebut adalah laki-laki tujuh tahun asal Bambanglipuro yang kontak dengan ayahnya yang baru pulang dari Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga:Sudah Sembuh dan Pulang, 1 Pasien Malah Dinyatakan Positif Corona

Sedangkan pasien di Rumah Sakit Panti Rapih, laki-laki usia 71 tahun asal Kasihan Bantul yang memiliki riwayat perjalanan dari Singapura.

Ia mengatakan, pasien yang terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 itu sejak awal masuk sebagai kategori pasien dalam pengawasan (PDP), termasuk satu pasien positif di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta juga masuk PDP. Meskipun sebelumnya belum terdata di Bantul karena ada kendala pada kelengkapan data dan ketepatan waktu pelaporan.

Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul ini mengatakan, untuk kedua orang tua anak tujuh tahun pasien positif itu juga dilakukan isolasi di rumah sakit tempat anak tersebut dirawat dan akan diusulkan tes terkait COVID-19.

"Sampai saat ini karena keterbatasan reagen yang ada di laboratorium BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Yogyakarta, maka prioritas pemeriksaan untuk tes adalah untuk pasien PDP," katanya.

Ia menambahkan, meski melakukan tracking, pihaknya mengaku, untuk pasien kontak erat dengan pasien positif belum bisa diterima.

Baca Juga:Kronologi 2 Perempuan Anggota Ombudsman RI Dinyatakan Positif Virus Corona

"Tetapi, saat ini kami sedang berusaha untuk meminta khusus bagi bapak dan ibu pasien anak tersebut. Seperti yang dilakukan RSUP Sardjito saat ada balita yang positif kemarin," katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak