alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Omzet Terjun Bebas, Bakpia Rahmat Tetap Produksi

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Sabtu, 04 April 2020 | 07:00 WIB

Omzet Terjun Bebas, Bakpia Rahmat Tetap Produksi
Karyawan Bakpia Rahmat tetap memproduksi bakpia di rumah produksi bakpia dan wingko di Kulon Progo meski sedang sepi pembeli, Jumat (3/4/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Kita tetap harus optimis, dan tetap jalan meskipun omzet turun 50% karena kasihan juga dengan pekerjanya," katanya.

Amin Sidiq (41), salah satu pembeli Bakpia dan Wingko Rahmat, mengaku sudah menjadi langganan produk bikinan Rahmat sejak dua tahun terakhir. Pria asal Godean, Sleman ini menuturkan, dari segi rasa, produk tersebut tidak ada tandingannya.

"Saya sudah coba yang lain, tapi yang ini paling mantep," ucapnya usai membeli sejumlah camilan untuk oleh-oleh di outlet Bakpia dan Wingko Rahmat, Jumat.

"Rasanya tak bisa dijelaskan, karena itu urusan selera," lanjut Amin.

Sebagai pelanggan setia yang rutin membeli oleh-oleh di UMKM tersebut, Amin berharap, wabah corona ini tidak membuat bakpia dan wingko Rahmat kolaps. Ia mendoakan semoga situasi segera kondusif, sehingga aktivitas produksi UMKM tersebut dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga: Real Madrid Lirik Fabian Ruiz, Agen: Banyak Klub yang Minat

Harga per bungkus bakpia Rahmat berkisar antara Rp15-25 ribu, tergantung jumlah isinya. Sedangkan untuk wingko, harga satuan Rp1.300; yang berisi 15 biji dibanderol dengan harga Rp20.500.

Rahmat mempunyai produk unggulan di saat sepi seperti ini. Pihaknya menggunakan vacuum atau penyedot udara dalam kemasan bakpia agar dapat bertahan lebih lama. Jika biasanya bakpia hanya bertahan satu minggu, setelah dilakukan vacuum dapat bertahan menjadi tiga bulan. Hal ini sering digunakan untuk pesanan online luar daerah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait