alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Makamkan Jenazah Covid-19, TRC BPBD DIY Juga Tengahi Cekcok Keluarga Pasien

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Selasa, 05 Mei 2020 | 16:20 WIB

Makamkan Jenazah Covid-19, TRC BPBD DIY Juga Tengahi Cekcok Keluarga Pasien
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY memakamkan jenazah pasien Covid-19. - (SuaraJogja.id/HO-dok TRC BPBD DIY)

"Ada kesulitan yang kami temui, dari belum selesainya tempat untuk memakamkan hingga pernah suatu waktu ada perdebatan keluarga," kata Endro.

SuaraJogja.id - Aktivitas di Posko Dukungan Operasi Gugus Tugas Covid-19 DIY yang terletak di Jalan Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta nampak sepi pagi itu. Sejumlah anggota tengah beristirahat sembari bersenda gurau.

Meski tidak ada permintaan pemakaman jenazah Covid-19, anggota yang tergabung dalam beberapa instansi seberti TNI-Polri dan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) DIY ini tetap siaga.

Koordinator Bidang Operasi TRC BPBD DIY Endro Sambodo menjelaskan, situasi di posko untuk saat ini memang lebih landai. Permintaan pemakaman ataupun dekontaminasi tidak sebanyak saat awal wabah corona merebak di Yogyakarta.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY berdoa sebelum melakukan aktivitas. - (SuaraJogja.id/HO-dok TRC BPBD DIY)
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY berdoa sebelum melakukan aktivitas. - (SuaraJogja.id/HO-dok TRC BPBD DIY)

"Saat ini posko sudah dibangun di tiap kabupaten/kota. Maka dari itu pembagian kerja lebih mudah dan cakupan wilayah dikendalikan oleh posko di tiap kabupaten/kota. Sebelumnya, semua hal yang berkaitan dengan pasien corona seperti pengantaran pasien hingga pemakaman hanya tersentral di posko ini," kata Endro ditemui SuaraJogja.id, Selasa (5/5/2020).

Ia menjelaskan, sejak kasus positif corona terjadi di Jakarta, TRC BPBD DIY mendorong pemerintah provinsi untuk mengambil langkah percepatan penanganan Covid-19.

"Kami mengusulkan kepada Pemda dalam menangani Covid-19 ini harus hati-hati dan lebih serius. Saat ada dua pasien positif di Jakarta kami meyakini akan meluas ke Yogyakarta. Pada akhirnya sekitar 18-19 Maret Tim Gugus Tugas [DIY] ini terbentuk," kata dia.

Dalam perjalanannya, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY masih banyak yang perlu disempurnakan. Hingga hari ini pun Endro mengaku belum ada penunjukan instansi yang jelas untuk menangani ketika ditemukan korban meninggal di rumah bahkan di jalan raya yang diduga terjangkit virus corona .

"Maka dari itu ruang kosong seperti inilah yang diambil tim untuk melakukan percepatan penanganan," tutur dia.

Sebelum adanya posko penanganan gugus tugas Covid-19 kabupaten/kota, Endro menjelaskan, pihaknya kesulitan. Bahkan dalam sehari pernah memakamkan lima jenazah yang terindikasi memiliki penyakit menular, sehingga dilakukan pemakaman sesuai protokol pencegahan Covid-19.

"Iya dulu memang bekerja lebih keras, ada kesulitan yang kami temui, dari belum selesainya tempat untuk memakamkan hingga pernah suatu waktu ada perdebatan antara keluarga dalam menangani jenazah yang positif," jelas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait