alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Petugas Pengambil Swab RSUD Wates, Dibuat Tak Bisa Tidur Semalaman

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Selasa, 05 Mei 2020 | 19:16 WIB

Cerita Petugas Pengambil Swab RSUD Wates, Dibuat Tak Bisa Tidur Semalaman
Petugas swab RSUD Wates, Wiwin Sulistyawati. [Istimewa]

Wiwin merupakan satu di antara ribuan tenaga medis yang harus menempuh risiko besar berhadapan dengan Covid-19

Dulu bila merujuk protokol awal, Wiwin harus mengambil swab dua hari sekali. Namun menurut protokol yang baru, pengambilan swab hanya dilakukan di hari ke-1 dan ke-2 lalu ke-15 dan ke-16. Sudah tak terhitung Wiwin mengambil swab dari para pasien di ruang isolasi. 

Wiwin menuturkan beberapa pasien yang pernah ia ambil swabnya sempat mengeluh sakit. Bagaimana tidak sebilah batang berukuran 10 cm masuk ke 2/3 lubang hidung dan juga dijulurkan masuk ke dalam tenggorokan.

Bagi pasien dewasa mungkin Wiwin bisa berkomunikasi untuk lebih menenangkan pasien tersebut. Namun hal berbeda harus dihadapinya ketika berhadapan dengan balita berumur empat bulan yang belum bisa diajak berkomunikasi.

"Saya ingat waktu ambil swab pada balita, dia nangis, tapi mau tidak mau ya tetap harus tetap dilakukan," ujar Wiwin. 

Baca Juga: Kulon Progo Belum Rencanakan Rapid Test COVID-19 Massal, Ini Alasannya

Untuk mengatasi rasa lelahnya Wiwin tak jarang butuh mandi hingga empat kali. Baru setelah itu ia bisa langsung beristirahat untuk melanjutkan tugas di hari berikutnya.

"Apalagi kalau puasa seperti ini, selepas ambil swab dengan baju dobel-dobel rasanya haus, padahal masih pagi," ucapnya. 

Rasa lelah dan perjuangan Wiwin seakan terbayar tuntas bila mendapati pasien yang sempat ia ambil swabnya telah sembuh. Ia merasa senang karena turut membantu menyelamatkan hidup seseorang. 

Seperti kasus balita empat bulan yang setiap dua hari sekali Wiwin ambil sampelnya dari rongga hidung dan tenggorakannya. Selama kurang lebih sepuluh kali Wiwin harus mengambil sampel dibarengan oleh isak tangis dari si bayi. Bayi tersebut akhirnya berhasil dinyatakan sembuh setelah 21 hari perawatan di RSUD Wates.

"Rasanya terharu mas saat pasien bayi itu akhirnya dinyatakan sembuh," ungkap Wiwin.

Baca Juga: Ingin Menu Gurih Buka Puasa? 3 Kuliner Kulon Progo Ini Bisa Jadi Pilihan

Setiap sampel yang diambil akan dimasukkan ke dalam tabung reaksi media spesifik, ditutup dengan berlapis-lapis penutup dalam box ice untuk selanjutnya dikirim dan dicek di Laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit Yogyakarta. Butuh dua kali hasil negatif dari hasil tes swab untuk seorang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Mengingat betapa beratnya tugas yang dihadapi petugas medis sepertinya, Wiwin pun berharap besar kepada seluruh masyarakat agar mematuhi segala aturan dan kebijakan yang digalakkan pemerintah termasuk untuk melakukan physical dan social distancing, Sebab, dengan tertib mengikuti imbauan pemerintah, secara tidak langsung masyarakat juga turut membantu para tenaga medis memerangi Covid-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait