Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Bantul Cenderung Stabil

M Nurhadi | Mutiara Rizka Maulina
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Bantul Cenderung Stabil
Salah seorang pedagang di pasar tradisional di Bantul, Senin (18/3/2020). [Suarajogja.id / Mutiara Rizka]

"Menjelang lebaran ini cukup ya, cukup aman. Karena memang beberapa komoditas yang tersedia jumlahnya dianggap mencukupi," kata Sukrisna.

SuaraJogja.id - Jelang hari raya Idul Fitri, harga kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional di Bantul cenderung stabil. Stok bahan makanan juga diperkirakan cukup hingga hari raya. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta. Persediaan kebutuhan pokok juga dinilai mencukupi, terutama untuk persediaan beras yang diperkirakan justru melimpah. 

"Menjelang lebaran ini cukup ya, cukup aman. Saya bilang cukup karena memang beberapa komoditas yang tersedia jumlahnya dianggap mencukupi," kata Sukrisna saat ditemui Suarajogja.id di ruang kerjanya, Senin (18/5/2020). 

Ia menjelaskan, kenaikan maupun penurunan harga pada bahan pangan pokok tidak terjadi secara signifikan. Sehingga dapat disimpulkan, harga bahan pangan pokok di Kabupaten Bantul dinilai stabil. Hanya saja, ada beberapa lonjakan harga pada beberapa jenis kebutuhan.

Beberapa diantaranya yakni harga bawang merah dan ayam potong. Bawang merah yang semula dihargai Rp 27.700/kg, kini menjadi Rp 33.567/kg. Sementara harga ayam potong juga turut mengalami kenaikan dari Rp 40.900/kg menjadi Rp 44.567/kg. Harga tersebut diambil dari rata-rata lima pasar besar di Bantul. 

Sementara, harga gula pasir yang sempat meroket mulai berangsur turun. Sukrisna menjelaskan, hal tersebut merupakan dampak dari dilakukannya operasi pasar beberapa kali. Meski begitu, harga saat ini masih berada diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). 

"Memang masih diatas HET, tapi Alhamdulillah sudah mulai turun-turun terus ini," imbuhnya. 

Ia memprediksi, untuk kebutuhan beras tiga bulan kedepan dinilai sudah terpenuhi dengan stok yang ada saat ini. Hingga kini, stok beras di lima pasar diperkirakan masih ada sekitar 14.750 kg. Sedangkan stok beras di distributor sebanyak 870 kg. 

Berbeda dengan bawang merah yang mengalami kenaikan, harga bawang putih justru mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya mencapai Rp 33.000/ kg sekarang menjadi Rp 25.217/ kg. Sementara harga minyak goreng cenderung stabil di angka Rp 12.880/liter. 

Sukrisna menyebutkan, kedepannya pihaknya berencana untuk menggelar operasi pasar berupa paket sembako. Operasi pasar akan dilakukan di empat desa, masing-masing desa terdapat lima ratus paket dengan total keseuruhan 2000 paket sembako. 

"Kita kerjasama dengan provinsi, Disperindag DIY. Kita cuma memfasilitasi," ujarnya. 

Lima ratus paket sembako akan dibagikan ke empat desa di Kabupaten Bantul, yakni Jambidan, Wukirsari, Srimartani, dan Srimulyo. Sukrisna juga melaporkan, saat ini persediaan gas LPG lebih dari cukup. 

Setiap bulannya, kebutuhan gas LPG mencapai 800.000 tabung. Sedangkan untuk menyambut hari raya  idul fitri, terdapat alokasi tambahan dari pertamina sebesar 4%. Total jumlah LPG yang didistribusikan untuk hari raya sebanyak 880.797 tabung, terdapat tambahan 3300 tabung. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS