Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Komunitas Garuk Sampah, Aksi Bersihkan Jogja dari Sampah Secara Sukarela

M Nurhadi Senin, 15 Juni 2020 | 15:09 WIB

Komunitas Garuk Sampah, Aksi Bersihkan Jogja dari Sampah Secara Sukarela
(garuksampah.org)

Siapapun bisa mengikuti aksi komunitas Garuk Sampah untuk membersihkan Yogyakarta dari sampah tiap Rabu malam.

SuaraJogja.id - Sampah tidak hanya ditemui berserakan di jalanan dan selokan di beberapa sudut Jogja. Faktanya, tidak jarang bekas-bekas baliho, tali-temali dan stiker yang menempel di tembok, tiang serta pepohonan yang ada di berbagai titik.

Tidak hanya di musim politik, bahkan di hari biasa, banyak ditemui baliho liar yang akhirnya membiarkan tali atau paku bekas milik mereka menancap di pepohonan begitu saja.

Minimnya pengawasan membuat hal ini mengotori pemandangan yang bahkan 'menyiksa' pohon dengan menancapkan baliho di batang mereka.

Di Yogyakarta, ada sebuha komunitas yang bergerak secara mandiri membersihkan sampah-sampah dan turut merawat bumi secara kolektif.

Melalui website resminya di garuksampah.org, Jogja Garuk Sampah (JGS) adalah komunitas yang berisi orang-orang yang mencintai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan melakukan gerakan secara sukarela membantu permasalahan lingkungan.

Tidak hanya sekedar membersihkan sampah yang merusak lingkungan, komunitas ini juga berusaha kembali membangkitkan budaya yang mulai terlupakan seperti gotong-royong dan kerja bakti.

Lahir tahun 2015 lalu, JGS nampaknya tidak hanya ingin mengampanyekan bagaimana seharusnya manusia menghargai lingkungannya. Tapi, mereka juga ingin menjadi salah satu agen melalui rutinitas mereka bersikap santun kepada lingkungan melalui aksi mereka tiap Rabu malam.

Salah satu warganet Twitter, @ukashino yang belum lama ini juga mengabarkan aksi komunitas ini turut menyampaikan bahwa gerakan tanpa dibayar ini bisa menjadi kritik keren kepada semua pihak terkait kepedulian lingkungan.

"Ini tuh komunitas sosial yang bagus banget di jogja sumpah. Mereka care banget soal kebersihan di jogja. Nggak dibayar. Ngetag pemkot juga. Bahkan ngetag universitas terkenal yang ngeyel nempel pamflet acara di tempat-tempat publik. Ku acungin 4 jempol," ujarnya.

Untuk mengikuti kegiatan JGS, @ukashio menulis, masyarakat tak perlu membawa apapun karena semua alat sudah disediakan oleh JGS. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait