Sepi Wisatawan yang Beri Makan, Kera di Kaliurang Sleman Jarah Rumah Warga

Penutupan destinasi wisata Kaliurang, di kawasan Pakem Kabupaten Sleman ikut berdampak pada hewan-hewan yang hidup di sekitarnya terutama kera.

Ririn Indriani | Muhammad Ilham Baktora
Sabtu, 20 Juni 2020 | 06:23 WIB
Sepi Wisatawan yang Beri Makan, Kera di Kaliurang Sleman Jarah Rumah Warga
Seorang warga, Tentrem (70) menunjukkan lokasi yang biasa didatangi kera yang menjarah makanan milik warga di Dusun Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Jumat (19/6/2020). (Suara.jogja/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Penutupan destinasi wisata Kaliurang, di kawasan Pakem Kabupaten Sleman ikut berdampak pada hewan-hewan yang hidup di sekitarnya terutama kera.

Sepinya wisatawan yang biasa memberi makan kepada primata tersebut, memaksa beberapa kelompok kera menjarah rumah warga.

Seorang warga Dusun Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Tentrem (70) mengaku pada waktu siang dan sore kerap didatangi sekelompok primata.

"Sekali datang ada sekitar 50 ekor. Jadi mereka turun untuk mencari makan. Biasanya ke rumah warga dan sebagian ada ke objek wisata Tlogo Putri," terang Tentrem saat ditemui suarajogja.id di rumah miliknya, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga:Demi Temukan Vaksin Permanen, Ilmuwan Suntik 18 Kera untuk Uji Coba

Tentrem melanjutkan, sekelompok kera ekor panjang tersebut kerap mengambil makan di dalam dapur hingga ke dalam rumahnya. Selain itu sayur mayur yang biasa dia tanam di pekarangan rumah kerap diambil.

"Jadi makanan seperti mie, telur bahkan ayam mereka makan juga. Sehingga selain sayuran dan makanan itu, terkadang genting dan papan di atas rumah ikut rusak, karena kera tersebut melompat dari pohon ke genting," ungkap dia.

Tentrem menuturkan, tak bisa berbuat banyak untuk menghalau mereka datang. Kendati demikian ia telah menyiapkan ketapel dan mercon untuk mengusir kera tersebut.

"Jika sudah merusak, baru saya arahkan ketapel kepada dia, fungsinya hanya untuk menggertak, bukan untuk menyakiti. Karena kedatangan mereka cukup mengganggu," tuturnya.

Pelaku usaha di objek wisata Tlogo Putri, Agus (48) mengaku bahwa ekosistem kera di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman sangat banyak.

Baca Juga:Serangan Kera Ekor Panjang Landa Tanaman Pangan di Saptosari Gunungkidul

Seorang warga, Tentrem (70) menunjukkan lokasi yang biasa didatangi kera yang menjarah makanan milik warga di Dusun Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Jumat (19/6/2020). (Suara.jogja/Muhammad Ilham Baktora)
Seorang warga, Tentrem (70) menunjukkan lokasi yang biasa didatangi kera yang menjarah makanan milik warga di Dusun Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Jumat (19/6/2020). (Suara.jogja/Muhammad Ilham Baktora)

Pihaknya ingin mengurangi jumlah kera hanya saja bukan kewenangannya dan bisa mendapat sanksi.

"Jadi kera kan tidak pernah ikut program Keluarga Berencana (KB). Jadi sudah hamil sekali, besoknya hamil lagi sampai jumlahnya banyak. Kadang saat pengunjung datang ke sini harus waspada karena mereka bisa saja menyerang," ungkap dia.

Namun selama pandemi Covid-19, destinasi wisata sengaja ditutup. Dirinya tak menampik jika sepinya wisatawan yang kerap memberi makan membuat kera mengambil makanan pedagang di sekitar rumah warga atau toko milik pedagang.

"Karena kan mereka sudah terbiasa diberi. Jadi ketika tak diberikan, mereka mencari sendiri. Namun beberapa kera tidak semuanya melakukan itu. Ketika sudah melebihi batas biasanya kami gertak dengan senapan," tuturnya.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Pujiati dalam rilis yang diterima wartawan, mengungkapkan, penutupan objek wisata taman nasional sudah dilakukan sejak 16 Maret 2020 lalu.

Hal itu sesuai dengan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tentang antisipasi penyeberan Covid-19 di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini