Permohonan Izin Sembelih Hewan Kurban Minim, Kulon Progo Ingatkan Warga

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Permohonan Izin Sembelih Hewan Kurban Minim, Kulon Progo Ingatkan Warga
Hewan kurban. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Distanpangan Kulon Progo akan terus menggenjot masyarakat untuk dengan kesadaran diri meminta izin kepada Distanpangan agar diberikan surat rekomendasi tersebut.

SuaraJogja.id - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulon Progo terus melakukan pemantauan terhadap setiap titik pemotongan dan penjualan hewan kurban menjelang hari raya Iduladha 2020. Pemantauan itu sesuai dengan aturan yang tertuang di dalam SE Bupati yang sudah diterapkan beberapa waktu lalu.

Kepala Distanpangan Kulon Progo Aris Nugroho mengatakan, perihal aturan izin pemotongan dalam SE Bupati tersebut, pihaknya menganjurkan masyarakat Kulon Progo untuk melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). Namun jika memang keadaan tidak memungkinkan atau panitia kurban tetap ingin melakukan penyembelihan secara mandiri, berarti mereka harus mendapat izin dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) setempat.

"Tim pemantauan mulai dari tempat penjualan. Jadi nanti setelah hewan datang akan diperiksa dengan harapan hewan kurban tersebut berasal dari daerah yang tidak terjangkit antraks," ujar Aris saat ditemui awak media, Selasa (7/7/2020).

Aris menjelaskan, nanti kondisi hewan-hewan kurban yang datang tersebut akan dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan hewan. Selain akan melakukan pengecekan di beberapa tempat pedagang yang ada, pihaknya juga akan menerjunkan tim pemantau di tempat penyembelihan pada saat hari pelaksanaan kurban.

Tim yang sejauh ini direncanakan bakal memantau titik-titik penyembelihan itu berasal dari tim kabupaten yang melibatkan dokter hewan yang ada di Kulon Progo. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak dari masing-masing kapanewon dan kalurahan dari sisi kesehatan hewan.

"Sudah ada beberapa pihak yang mengajukan permohonan lewat online kalau yang dari manual atau secara langsung karena lokasi yang tersebar, jadi belum memantau lebih lanjut, tapi informasi yang masuk sudah ada," ungkapnya.

Terkait jumlahnya, pihaknya mengatakan belum terlampau banyak, sehingga akan terus menggenjot masyarakat untuk dengan kesadaran diri meminta izin kepada Distanpangan agar diberikan surat rekomendasi tersebut. Aris juga berharap masyarakat dapat mengajukan secara online, sehingga bisa meminimalisasi pertemuan atau tatap tatap muka.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pengajuan secara online, mereka bisa langsung mengakses di situs web Taniku, yang dikelola langsung oleh Distanpangan Kulon Progo. Untuk cara manual, masyarakat bisa langsung datang ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sesuai domisili pemohon.

"Untuk tahap pertama ini harapannya semua permohonannya sudah masuk paling lambat tanggal 15 Juli. Namun, bisa kita perpanjang nanti melihat kondisi. Belakangan sudah ada beberapa kalurahan yang proaktif mengundang dinas untuk sosialisasi kepada takmir dan panitia kurban," tuturnya.

Terkiat tempat-tempat penjualan hewan kurban sendiri, beberapa juga terpantau sudah ada yang mengajukan permohonan. Menurut Aris, wilayah Kulon Progo memudahkan petugas untuk melakukan pengaturan terkait protokol kesehatan Covid-19 karena penjualan hewan lebih tersentral di rumah peternak atau di rumah pedagang besar, tidak seperti daerah lain, yang beberapa mudah ditemui di pinggir jalan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS