facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bendung Kamijoro Ditutup Sementara, Petani Tirtohargo Terancam Gagal Panen

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 31 Agustus 2020 | 21:10 WIB

Bendung Kamijoro Ditutup Sementara, Petani Tirtohargo Terancam Gagal Panen
Penyerahan permohonan penundaan penutupan sementara Bendung Kamijoro dari Ketua Kelompok Tani Desa Tirtohargo Subawa kepada Bupati Bantul Suharsono disaksikan langsung oleh Anggota Komisi VII, DPR RI, Gandung Pardiman, Senin (31/8/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Hampir 70 persen pasokan air di lahan petani bawang di Tirtohargo berasal dari bendung Kamijoro.

SuaraJogja.id - Rencana penutupan sementara aliran air dari Bendung Kamijoro membuat ratusan petani bawang merah di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, merasa resah. Para petani khawatir bawang merah yang telah berusia 40 hari bisa gagal panen lantaran kekurangan air.

Rencana penutupan aliran air itu menyusul dengan akan digarapnya proyek perbaikan bangket saluran irigasi dam di Bendung Kamijoro. Jika sesuai dengan rencana, penutupan bakal dilakukan hingga dua bulan lamanya.

Ketua Kelompok Tani Asih, Dusun Kalangan, Desa Tirtohargo, Subawa mengatakan kekhawatiran warga bukan tanpa alasan pasalnya pasokan air bagi 90 hektar lahan bawang merah di Desa Tirtohargo berasal dari Bendung Kamijoro. Dengan waktu yang tinggal sebentar lagi panen mereka khawatir perbaikan Bendung Kamijoro akan mengakibatkan lahan mereka kekurangan air.

"Hampir 70 persen pasokan air di lahan kita berasal dari Kamijoro, kalau proyek ini memang akan berjalan kita khawatir malah bisa jadi gagal panen," ujar Subawa.

Baca Juga: DIY Catat 28 Kasus Baru Positif Covid-19, Kebanyakan Karyawan Kesehatan

Subawa mengungkapkan sebenarnya para petani masih memiliki opsi lain yakni dengan memaksimalkan penggunaan pompa air yang diambilkab dari sumur bor yang ada. Namun itu bukan perkara sepele, para petani dihantui dengan biaya operasional yang akan melambung tinggi jika menggunakan cara tersebut.

Selain itu permasalahan lainnya adalah tidak setiap lahan sawah milik para petani mempunyai sumur bor sendiri. Sehingga penggunakan sumur bor dirasa bukan solusi yang ideal.

"Kita hanya minta pengerjaan proyek bangket dam Kamijoro bisa ditunda selama dua pekan dulu. Hal itu agar petani tetap bisa mendapatkan pasokan air irigasi yang cukup," ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Kelompok Daerah Irigasi Pijenan, Bidang Sumberdaya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, Antoni Primer menjelaskan bahwa proyek perbaikan pembangunan bangket di Kamijoro sudah tidak bisa ditunda lebih lama lagi. Menurutnya pertimbangan waktu akan sangat menentukan keberhasilan perbaikan itu sebelum musim hujan tiba.

"Kondisi tebing dam sekarang sudah kritis kalau dibiarkan lebih lama lagi bisa longsor dan akan berakibat sangat vital. Longsoran bisa masuk dan menutup saluran atau terowongan sepanjang dua kilometer," ungkap Antoni.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, DIY Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Menurutnya keresahan petani bawang di Desa Tirtohargo kurang beralasan. Pasalnya dikatakan, Antoni bahwa sebelum dialiri air dari Kamijoro para petani sudah lebih dahulu memanfaatkan irigasi dari dam Pijenan yang diketahui sumber airnya berasal dari Sungai Bedok.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait